Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon mencatat ratusan ribu usaha mikro yang tersebar di berbagai wilayah. Upaya pengembangan terus dilakukan melalui digitalisasi dan promosi produk lokal.
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon mencatat jumlah usaha mikro mencapai 176 ribu 616 unit. Data ini diperoleh melalui pendataan langsung secara door to door sejak tahun 2022 dan masih terus diverifikasi.
Seiring waktu, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, meski sebagian pelaku usaha ada yang sudah tidak aktif. Dinamika ini menjadi tantangan sekaligus potensi dalam pengembangan UMKM di daerah.
Baca Juga:Seorang Remaja Diduga Jadi Korban Penganiayaan Keluarga – VideoPemerintah Dorong Kesejahteraan Pekerja Di Momen Hari Buruh – Video
Dalam upaya pemberdayaan, dinas setempat memfasilitasi antara 200 hingga 300 UMKM setiap tahun. Program ini meliputi sosialisasi perizinan, pengurusan merek, serta peningkatan kapasitas usaha.
Selain program formal, pelaku usaha juga dapat mengakses layanan konsultasi melalui Business Development Service atau BDS. Layanan ini memberikan pendampingan terkait legalitas, pengemasan, hingga pengembangan bisnis.
Sektor kuliner menjadi dominan, dengan produk berupa makanan olahan, baik dalam bentuk kemasan maupun siap saji.
Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah mendorong digitalisasi, termasuk pemasaran melalui e-commerce dan platform online.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimis UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan omzet usaha.