RADARCIREBON.TV – Harga bahan bakar minyak atau BBM di Indonesia kembali mengalami penyesuaian pada Mei 2026. Sejumlah produk BBM non-subsidi dilaporkan mengalami kenaikan harga di berbagai daerah, termasuk di wilayah Jawa Barat. Perubahan harga tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena berdampak pada biaya transportasi dan kebutuhan sehari hari.
Kenaikan harga BBM kali ini terjadi pada beberapa jenis bahan bakar dengan oktan tinggi dan solar non subsidi. Penyesuaian dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Banyak masyarakat mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM, terutama pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi. Pengeluaran harian untuk bahan bakar dinilai semakin besar dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Baca Juga:Harga BBM Naik, Damkar Lakukan Penyesuaian Operasional – VideoHarga BBM Hari Ini 6 Mei 2026 Naik! Pengguna Diesel Mulai Tercekik, Dexlite Tembus Rp26 Ribu
Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah Pertamax Turbo yang dilaporkan naik menjadi Rp19.900 per liter. Selain itu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp27.900 per liter di beberapa wilayah termasuk Jawa Barat.
Tidak hanya itu, kenaikan harga Dexlite juga disebut berdampak cukup besar terhadap sektor logistik dan transportasi barang. Banyak sopir truk mulai mengeluhkan biaya operasional yang terus meningkat akibat harga BBM diesel non-subsidi yang semakin tinggi.
Sejumlah pengusaha transportasi mengaku harus menghitung ulang biaya distribusi karena pengeluaran untuk bahan bakar kini menjadi lebih besar. Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin biaya pengiriman barang ikut mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, sebagian pengguna kendaraan diesel pribadi mulai mempertimbangkan efisiensi penggunaan kendaraan mereka. Banyak masyarakat kini lebih selektif dalam melakukan perjalanan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar harian.
Pengamat ekonomi menilai kenaikan harga BBM non-subsidi tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga bisa memengaruhi harga kebutuhan pokok. Ketika biaya distribusi meningkat, harga barang di pasar berpotensi ikut mengalami penyesuaian.
Meski demikian, pemerintah dan pihak terkait disebut terus memantau kondisi pasar energi global untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri. Fluktuasi harga minyak dunia memang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kebijakan penyesuaian BBM di Indonesia.
