BRIN Temukan Sesar Aktif di Gunung Ciremai, Ada Fenomena Tanah Terbalik

BRIN Temukan Sesar Aktif di Gunung Ciremai
Gunung Ciremai, Jawa Barat. (Sumber: pinterest)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Aktivitas geologi di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian setelah tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan indikasi kuat adanya pergerakan tektonik besar di wilayah tersebut. Temuan itu berasal dari penelitian geologi yang dilakukan di Kabupaten Kuningan dan area sekitar Gunung Ciremai yang memperlihatkan bukti adanya sesar aktif hingga fenomena “tanah terbalik” akibat tekanan geologi masa lalu.

Penelitian tersebut mengungkap bahwa kawasan Gunung Ciremai ternyata menyimpan jejak aktivitas tektonik yang sangat kompleks. Para peneliti menemukan bukti adanya sesar naik atau thrust fault yang menyebabkan lapisan tanah tua terdorong naik ke atas lapisan yang lebih muda. Kondisi inilah yang kemudian disebut sebagai fenomena “tanah terbalik” karena susunan lapisan geologi menjadi tidak normal akibat tekanan besar dari dalam bumi.

Tidak hanya itu, BRIN juga menemukan indikasi keberadaan sesar normal pada endapan berusia sekitar 16 ribu tahun. Temuan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Gunung Ciremai pernah mengalami fase penyesuaian struktur batuan setelah tekanan besar terjadi. Aktivitas seperti ini biasanya berkaitan dengan dinamika kerak bumi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang dan dapat menjadi petunjuk adanya potensi gempa di masa mendatang.

Baca Juga:Mulai 1 Juni 2026, Bansos di 42 Kota RI Beralih ke Digital, Data Warga Akan Dicek Lebih KetatPelatih Persija Blak-blakan Soal Ambisi Kalahkan Persib di Samarinda, Suporter Auto Penasaran

Gunung Ciremai sendiri diketahui merupakan gunung api terbesar di Jawa Barat. Meski dalam beberapa tahun terakhir aktivitas vulkaniknya relatif stabil, penelitian terbaru menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan gunung masih menyimpan aktivitas geologi yang belum sepenuhnya berhenti. Para ahli menilai kombinasi aktivitas vulkanik dan tektonik di kawasan tersebut perlu terus dipantau karena dapat memicu peristiwa geologi berskala besar apabila terjadi pergerakan signifikan pada sesar aktif.

Dalam riset tersebut, para peneliti menggunakan metode geokronologi dan analisis struktur batuan untuk membaca sejarah pembentukan wilayah Ciremai sejak ribuan tahun lalu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersebut pernah mengalami tekanan tektonik sangat kuat yang mengubah susunan batuan secara drastis. Beberapa lapisan batuan bahkan ditemukan berada dalam posisi yang tidak semestinya akibat dorongan dari bawah permukaan bumi.

0 Komentar