Rupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS pada 12 Mei 2026, Dipicu Inflasi Global dan Harga Minyak

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami tekanan tajam.
src-img : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Mata uang Garuda bahkan menembus level psikologis baru di angka Rp17.516,10 per Dolar AS pada pukul 16.28 WIB.

Pelemahan Rupiah kali ini dipicu oleh kombinasi sentimen global, mulai dari tingginya inflasi Amerika Serikat hingga lonjakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut membuat indeks Dolar AS menguat signifikan di pasar internasional dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dampaknya tidak hanya terasa di pasar keuangan, tetapi juga mulai memengaruhi biaya impor, harga barang domestik, hingga kebijakan kurs di sektor perbankan nasional.

Baca Juga:BGN Hentikan Sementara 240 SPPG Bermasalah, Program MBG Tetap BerjalanRupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Nilai Tukar Sentuh Level Terlemah 2026

Rupiah Tertekan Akibat Inflasi AS dan Harga Minyak Dunia

Kenaikan inflasi di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan Dolar AS. Data inflasi yang berada di atas ekspektasi pasar memperkuat prediksi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau dikenal dengan istilah high-for-longer.

Situasi ini membuat investor global cenderung memindahkan dana mereka ke aset berbasis Dolar AS yang dianggap lebih aman dan menguntungkan.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah global juga memberikan tekanan tambahan bagi Rupiah. Indonesia yang masih bergantung pada impor energi harus menghadapi beban transaksi berjalan yang lebih besar ketika harga minyak naik.

Kombinasi kedua faktor tersebut membuat nilai tukar USD/IDR terus bergerak naik dan menembus level Rp17.500.

Kurs Dolar di Bank Nasional Hari Ini

Sejumlah bank nasional turut melakukan penyesuaian kurs jual dan beli untuk mengantisipasi tingginya volatilitas pasar.

Kurs Referensi BCA

  • e-Rate
    • Beli: Rp17.440
    • Jual: Rp17.540
  • TT Counter
    • Beli: Rp17.300
    • Jual: Rp17.600

Kurs Referensi Mandiri

  • Special Rate
    • Beli: Rp17.480
    • Jual: Rp17.520
  • TT Counter
    • Beli: Rp17.260
    • Jual: Rp17.560

Kurs Referensi BNI

  • TT Counter
    • Beli: Rp17.305
    • Jual: Rp17.475

Perbedaan kurs di tiap bank dipengaruhi metode transaksi, jenis layanan, serta kondisi pasar saat transaksi berlangsung.

Level Rp17.500 Jadi Sinyal Penting Pasar

Keberhasilan Dolar AS menembus angka Rp17.500 dinilai sebagai sinyal teknikal penting di pasar valuta asing. Level ini dianggap sebagai batas psikologis yang menunjukkan tekanan terhadap Rupiah masih cukup besar.

0 Komentar