Selain itu, dunia usaha juga mulai mewaspadai biaya produksi yang berpotensi meningkat jika dolar terus menguat dalam beberapa pekan ke depan.
Meski demikian, beberapa sektor ekspor justru bisa mendapat keuntungan dari rupiah yang melemah.
Pasar Tunggu Data Ekonomi Amerika
Pelaku pasar kini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan mempengaruhi arah dolar AS berikutnya.
Baca Juga:Cek Harga BBM Hari Ini 12 Mei 2026 di SPBU Pertamina: Masih Stabil, Dexlite Termahal di RiauUpdate Harga Perak dan Emas Antam Hari Ini, Selisihnya Bikin Investor Kaget, Cek Daftarnya!
Jika data ekonomi AS kembali kuat, peluang suku bunga tinggi The Fed bertahan lebih lama bisa membuat tekanan terhadap rupiah semakin besar.
Karena itu, pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan diprediksi masih akan sangat fluktuatif.
Fakta Menarik Rupiah 2026
Rupiah kini menjadi salah satu mata uang Asia dengan tekanan terbesar sepanjang kuartal kedua 2026.
Selain faktor global, arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan dolar domestik pada April-Mei juga ikut memperberat tekanan nilai tukar Indonesia.
