Dalam sepak bola modern, setiap pemain dituntut untuk aktif berkomunikasi tanpa memandang status atau latar belakang kompetisi . Seorang analis di forum suporter Garuda bahkan menulis, itu tanda komunikasi berjalan. Dalam sepak bola modern, kapten pun harus bisa menerima masukan dari siapa pun .
Pelatih Patrick Kluivert sendiri dikenal memberi kebebasan berkomunikasi di lapangan, sebuah filosofi yang mirip dengan sepak bola Eropa modern yang menekankan kerja sama kolektif .
Kapten yang Pantas Disegani
Terlepas dari kontroversi soal siapa mengatur siapa, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah kualitas kepemimpinan Jay Idzes yang luar biasa. Ia telah membuktikan diri sebagai kapten yang rendah hati, pekerja keras, dan selalu siap membela rekan-rekannya.
Baca Juga:Tiga Faktor Utama Penyebab Kekalahan Telak Timnas Indonesia 0-6 dari JepangDaftar Tim Lolos Piala Dunia U17 2026: Apakah Timnas Indonesia Termasuk?
Dalam laga melawan Irak yang menentukan nasib tim, Jay Idzes menjadi pemain pertama yang maju berdebat sengit dengan wasit asal China setiap kali ada rekan setimnya yang dilanggar . Ia tak segan mempertaruhkan segalanya demi melindungi timnya.
Bahkan di tengah tensi tinggi pertandingan, ia masih sempat membereskan botol air minum yang dilempar suporter ke dalam lapangan karena kekecewaan terhadap keputusan wasit . Sebuah unggahan di akun X menggambarkan momen itu dengan kalimat, beliau udah cape ke wasit yang kayak emmm, malah beresin sampah pula .
Tak hanya di lapangan, di luar lapangan Jay Idzes juga menunjukkan jiwa kepemimpinan yang matang. Saat desakan #KluivertOut dan #ETout membanjiri media sosial, Jay Idzes justru memasang badan untuk membela Ketua Umum PSSI Erick Thohir .
Dalam unggahan Instagramnya, ia menulis, yang tidak disadari oleh banyak orang adalah betapa banyak yang mereka lakukan di balik layar untuk memastikan segalanya terurus dengan baik buat kami para pemain .
Meski demikian, pernyataan ini menuai pro dan kontra. Ada yang mendukung karena dinilai mewakili sudut pandang pemain, namun ada pula yang mengkritik. Seorang akun X menulis, di dalam lapangan nyapuin bola, di luar lapangan nyapuin pak ketum. Berat tugas seorang Jay Idzes .
