3. Kelemahan Taktik dan Koordinasi Tim
Selain faktor eksternal, kelemahan internal tim juga sangat terlihat. Analisis taktik menunjukkan bahwa Timnas Indonesia masih memiliki kelemahan fundamental dalam koordinasi antar pemain .
Beberapa kelemahan yang terlihat jelas antara lain:
– Tidak mampu memberikan tekanan balik
Skuad Garuda tidak menyiapkan taktik counter-press yang efektif menghadapi pressing ketat Jepang sejak menit awal .
– Lemah dalam duel fisik
Pemain Indonesia terlihat kesulitan menjaga bola saat diadang pemain Jepang, menandakan aspek kekuatan fisik masih harus ditingkatkan .
– Skema serangan monoton
Baca Juga:Daftar Tim Lolos Piala Dunia U17 2026: Apakah Timnas Indonesia Termasuk?Bukan Akhir! Kurniawan Dwi Yulianto Beri Pesan Mengharukan ke Pemain Usai Indonesia U-17 Gagal di Piala Asia
Serangan terlalu bergantung pada Ole Romeny, sehingga mudah dibaca dan digagalkan oleh pertahanan Jepang .
– Kurang fokus di momen kritis
Jepang mencetak gol pertama dan kedua hanya dalam rentang empat menit, begitu pula gol keempat dan kelima dalam tiga menit menunjukkan hilangnya konsentrasi pemain Indonesia di momen-momen penting.
Kekalahan 0-6 ini menjadi sinyal keras bahwa timnas masih membutuhkan banyak pembenahan jika ingin bersaing di level yang lebih tinggi. Namun, Kluivert memilih untuk melihat sisi positif dengan menjadikan kekalahan ini sebagai pembelajaran berharga menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
