RADARCIREBON.TV- AFC memberikan pukulan telak kepada Persib Bandung menjelang akhir musim 2025/2026. Klub asal Jawa Barat itu resmi dijatuhi sanksi berat karena berbagai insiden yang terjadi selama pertandingan AFC Champions League 2 melawan Ratchaburi FC.
Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu (13/5/2026). Persib dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran disiplin yang terjadi dalam laga leg kedua babak 16 besar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari 2026 lalu.
AFC menilai Persib gagal mengendalikan situasi stadion selama pertandingan berlangsung. Pelanggaran yang disorot mencakup perilaku suporter, kerusakan fasilitas, hingga lemahnya sistem pengamanan pertandingan.
Baca Juga:Jadwal Babak 16 Besar Badminton Thailand Open 2026 Hari Ini 14 Mei, Cek Link Live StreamingJadwal Voli SBY Cup 2026 Hari Ini 14 Mei: Live TV dan Update Hasil Klasemen Sementara
Akibat rangkaian insiden tersebut, Persib tidak hanya menerima hukuman finansial dalam jumlah besar. Maung Bandung juga terkena sanksi penutupan stadion pada kompetisi antarklub AFC berikutnya.
AFC Soroti Kerusuhan dan Perilaku Suporter Persib
Dalam dokumen resmi AFC, sejumlah tindakan suporter Persib menjadi perhatian utama. AFC menyebut adanya flare dan kembang api yang dinyalakan di berbagai momen pertandingan.
Selain itu, suporter juga melempar berbagai benda ke area lapangan. Benda-benda tersebut meliputi potongan kursi stadion, botol plastik, kantong berisi cairan, gelas plastik, hingga berbagai jenis sampah lainnya.
AFC juga mencatat adanya tindakan perusakan fasilitas stadion dan aksi kekerasan selama pertandingan berlangsung. Tidak hanya itu, penghinaan terhadap tim lawan dan perangkat pertandingan turut masuk dalam laporan resmi.
“Suporter yang terkait dengan terdakwa menyalakan berbagai perangkat pembakar (kembang api dan flare), melempar banyak benda ke lapangan, merusak kursi stadion dan papan iklan, melakukan tindakan kekerasan fisik, serta melontarkan kata-kata kasar dan menghina kepada tim lawan maupun ofisial pertandingan, termasuk tuduhan bahwa mereka bagian dari mafia dan dibayar untuk memengaruhi hasil pertandingan,” tulis AFC dalam putusannya.
Persib Dinilai Gagal Menjamin Keamanan Stadion
AFC tidak hanya menyoroti perilaku penonton dalam pertandingan tersebut. Panitia pelaksana Persib juga dianggap gagal menjalankan kewajiban pengamanan sesuai regulasi kompetisi AFC.
Dalam keputusan resminya, AFC menyebut sistem pengamanan stadion tidak berjalan optimal sebelum dan selama pertandingan. Situasi itu dinilai memperbesar potensi kericuhan di dalam stadion.
