RADARCIREBON.TV- Persib Bandung menatap musim 2026/2027 dengan status juara Liga Indonesia dalam 3 musim beruntun. Namun, tantangan bagi Maung Bandung tidak sebatas kompetisi lokal. Ada AFC Champions League Two (ACL 2) yang masih jadi misteri untuk mereka. Dua tahun berturut-turut, Persib gagal untuk sekadar menembus perempat final.
Menjelang musim baru, Persib mendapatkan pemanasan yang sempurna. Di turnamen pramusim Piala Presiden 2026, Maung Bandung mampu masuk ke final meskipun kalah dari Persebaya. Berikutnya, klub dengan nama Pangeran Biru akan berpartisipasi dalam Dewata Challenge Series 2026, yang akan berlangsung dari 13 hingga 18 Agustus.
Di bursa transfer, Persib menarik Mariano Peralta, Luka Menalo, Balsa Sekulic, Danijel Loncar, Gabriel Mutombo hingga Gakuto Notsuda untuk menambah legiun asing. Sementara itu, pemain diaspora Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh diajak untuk pulang kampung.
Baca Juga:Kenapa Token Listrik Gagal Diinput Padahal Kode Sudah Benar? Cek Disini!Jadwal Sepak Bola Malam Ini 13-14 Agustus 2026: Ada Pertandingan Bali United vs Sabah FC, UEL dan UECL
Skuad gemuk Persib yang diasuh oleh pelatih “anyar tapi lama”, Igor Tolic memang bakal menghadapi 4 kompetisi berbeda. Selain Super League 2026/2027 dan Piala Liga di level lokal, ada pula ASEAN Club Championship untuk level regional, dan AFC Champions League Two (ACL 2) di level kontinental.
Tantangan besar Persib adalah menaikkan prestasi mereka di Asia. Bukan cuma karena dalam 2 musim beruntun, Maung Bandung tak kunjung tembus 8 besar ACL Two. Catatan apik wakil Liga Indonesia di kompetisi Asia akan mengerek ranking di Asia.
Saat ini, Indonesia hanya ada di urutan 20 Asia atau posisi 10 di Zona Timur. Padahal, untuk tembus ke ACL Elite, kompetisi paling prestisius di Asia, sebuah liga minimal masuk 7 besar, seperti Liga Vietnam.
Prestasi di ACL Two Kunci Liga Indonesia Bicara di Level Asia
Untuk level klub, di Asia ada 3 jenjang kompetisi berbeda. Mereka adalah AFC Champions League Elite (ACL Elite), AFC Champions League Two (ACL 2), dan AFC Challenge League (ACGL). Konsenpnya mirip-mirip dengan kompetisi kontinental UEFA yang punya Champions League (UCL), Europa League (UEL), dan Conference League (UECL).
Hanya ada 32 klub yang berhak tampil di babak utama ACL Elite, yang terdiri dari 16 tim Zona Timur dan 16 klub pula dari Zona Barat. Penentuan siapa yang berhak masuk ke kompetisi tersebut didasarkan pada ranking kompetisi klub Asia. Sistemnya, ranking kompetisi tahun ini akan digunakan untuk kuota 2 musim berikutnya.
