Tanpa RI, 4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat Terintegrasi

Peta jalur kereta cepat yang menghubungkan Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam di kawasan Asia Tenggara
Peta jalur kereta cepat yang menghubungkan Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam di kawasan Asia Tenggara tahun 2026 Sumber img: pinterest
0 Komentar

  1. Jalur kereta api Lao Cai-Hanoi-Hai Phong yang akan terhubung dengan jaringan kereta api Yunnan, China, membentuk jalur transportasi kargo internasional yang menghubungkan Asia Tengah dan Eropa.
  2. Jalur kereta api Dong Dang-Hanoi yang membuka jalur cepat dari Guangxi, China ke ibu kota Vietnam.
  3. Jalur kereta api Mong Cai-Ha Long-Hai Phong yang di masa depan akan terhubung dengan jalur kereta api Fangchenggang-Dongxing di China.

Kerja sama ini sekaligus membuka jalan bagi proyek Kereta Api Trans-Asia, yang menghubungkan tujuh negara ASEAN dengan China. Menteri Transportasi ASEAN yang bertemu di Brunei menyetujui studi kelayakan untuk jalur sepanjang 5.500 km yang melintasi Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Kunming di China.

Singapura dan Malaysia Tunjukkan Kemajuan Pesat

Tak mau ketinggalan, Singapura dan Malaysia menunjukkan kemajuan pesat dalam proyek RTS Link yang ditargetkan rampung akhir 2026. Proyek senilai RM3,7 miliar (sekitar Rp12,8 triliun) ini akan menjadi penghubung komuter lintas batas pertama yang melayani perjalanan cepat antara kedua negara.

Selain RTS Link, Malaysia juga terus melanjutkan proyek East Coast Rail Link (ECRL) yang menghubungkan pantai timur Semenanjung Malaysia dengan Kuala Lumpur dan pelabuhan di pantai barat. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 2026 dan akan meningkatkan efisiensi angkutan barang serta perdagangan regional.

Indonesia Absen dari Peta Kereta Cepat ASEAN

Baca Juga:Dulu Bergaji Fantastis, Kini Profesi Ini Justru Dipenuhi PengangguranUMKM Ramai-Ramai Tinggalkan Shopee dan TikTok Shop, Benarkah Mengganggu Pertumbuhan E-Commerce?

Di tengah gencarnya empat negara ASEAN membangun jaringan kereta cepat terintegrasi, Indonesia justru tidak masuk dalam daftar. Kabar ini tentu menjadi sorotan mengingat Indonesia sejatinya memiliki pengalaman mengoperasikan kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta-Bandung.

Meski demikian, proyek Whoosh yang berhasil dioperasikan tidak serta merta membuat Indonesia terlibat dalam jaringan regional ini. Berbagai sumber mengonfirmasi bahwa dalam proyek integrasi kereta cepat ASEAN 2026, Indonesia tidak dilibatkan.

Kolaborasi Multi Pihak Kunci Sukses Kawasan

Keberhasilan proyek kereta cepat terintegrasi di ASEAN ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Selain keterlibatan aktif pemerintah masing-masing negara, dukungan dari investor asing seperti China yang turut mendanai proyek RTS Link dan jalur kereta api Vietnam, menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.

0 Komentar