Performa Veda Ega Pratama di Latihan Moto3 Catalunya 2026: Hasil FP1 Kurang Memuaskan, Target Paksa Masuk Q2

Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama mengawali rangkaian Moto3 Catalunya 2026 dengan hasil kurang maksimal di FP1. Ia finis di posisi 23 dan kini fokus membalikkan keadaan di sesi Practice demi tiket langsung ke Q2 Foto : @veda_54
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Sesi latihan bebas pertama atau Free Practice 1 (FP1) Moto3 Catalunya 2026 telah usai. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus mengawali rangkaian balapan akhir pekan ini di Sirkuit Barcelona-Catalunya dengan hasil yang kurang memuaskan .

Rider Honda Team Asia tersebut hanya mampu menempati peringkat ke-23 dalam sesi yang digelar pada Jumat (15/5/2026) siang WIB . Meski start dengan optimistis tinggi dan sempat merangsek ke 10 besar di awal sesi, pace Veda Ega akhirnya melorot drastis dan ia kesulitan keluar dari papan bawah .

Hasil Lengkap Sesi FP1 Moto3 Catalunya 2026

Berikut rincian performa Veda Ega dan papan atas klasemen sementara di FP1 Catalunya :

Hasil Veda Ega Pratama:

Baca Juga:Moto3 Catalunya 2026: Murid Marc Marquez Berambisi Pecahkan Rekor, Veda Ega MengintaiJadwal Veda Ega Pratama Moto3 Catalunya 2026: Bawa Misi Besar Usai Finis Kuat di Prancis

  • Posisi Akhir: Peringkat 23
  • Catatan Waktu Terbaik: 1 menit 50,142 detik
  • Selisih (Defisit): Tertinggal +2,664 detik dari pemuncak klasemen

Tiga Besar Tercepat FP1:

  • Peringkat 1: Hakim Danish (AEON Credit, MT Helmets, MSI) – 1 menit 47,478 detik
  • Peringkat 2: Adrian Fernandez (Leopard Racing)
  • Peringkat 3: Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo)

Hakim Danish, pembalap asal Malaysia, tampil mengejutkan dengan menjadi yang tercepat. Ia sukses membukukan waktu 1 menit 47,478 detik, mengalahkan pembalap tuan rumah dan para favorit juara lainnya .

Rekan setim Veda Ega di Honda Team Asia, Zen Mitani (Jepang), juga bernasib serupa. Ia finish tepat di belakang Veda Ega, yakni di peringkat ke-24, dengan catatan waktu 1 menit 50,242 detik .

Analisis: Mengapa Veda Ega Tercecer?

Veda Ega sebenarnya memulai sesi dengan cukup baik. Pada putaran pembuka, ia sempat bercokol di 10 besar dengan catatan waktu awal yang kompetitif .

Namun, seiring memanasnya trek dan pembalap lain mulai memacu kecepatan maksimal, Veda Ega justru kehilangan ritme. Ia mengaku masih dalam proses mencari setup dasar motor Honda NSF250RW miliknya agar sesuai dengan karakteristik Sirkuit Catalunya yang unik .

Tantangan utama yang dihadapi pembalap berusia 17 tahun itu adalah kombinasi trek Catalunya yang teknis. Trek ini memiliki lintasan lurus yang panjang namun diselingi tikungan cepat dan chicane yang membutuhkan pengereman presisi .

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, sebelumnya sudah memperingatkan bahwa tingkat grip atau cengkeraman trek di Catalunya bisa berubah-ubah secara dinamis. Angin kencang juga kerap menjadi faktor pengganggu yang menyulitkan pembalap menjaga konsistensi .

0 Komentar