Desa Paniis Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi desa wisata berkelanjutan. Penilaian ini muncul dari hasil field research mahasiswa program magister pariwisata Institut Pariwisata Trisakti Jakarta yang dilaksanakan selama dua hari.
Desa Pani’is Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi desa wisata berkelanjutan. Dalam kegiatan field research, belasan mahasiswa magister pariwisata dari Institut Pariwisata Trisakti mengkaji potensi alam, budaya, UMKM hingga kekuatan sosial masyarakat, 14 dan 15 Mei 2026.
Selama dua hari penelitian, tim mengunjungi sejumlah obyek penelitian, milai dari terminal wisata Paniis, kawasan mata air, dan unit usaha ayam petelur milik Bumdes. Mahasiswa juga melakukan wawancara dengan warga dan perangkat desa untuk memetakan potensi ekonomi, sosial dan ekologi.
Baca Juga:Remaja Kurung Diri di Rumah Akibat Depresi dan Putus Sekolah – VideoKejar Mimpi Bekerja Ke Jepang, 93 Pencari Kerja Ikut Seleksi Pemagangan – Video
Wakil Rektor Tiga bidang kerja sama dan alumni Institut Pariwisata Trisakti, Doktor Novita Widyastuti menyebut Paniis memiliki kekuatan alam, kesenian dan produk UMKM yang bisa menjadi daya tarik wisata kedepan. Menurutnya, atraksi wisata perlu diperkuat agar wisatawan tidak hanya datang lalu pulang, tetapi tinggal lebih lama di desa.
Dalam hasil kajian sementara, tim peneliti juga menawarkan sejumlah gagasan, diantaranya pemanfaatan aliran air untuk mikrohidro dan atraksi wisata tubing di sepanjang aliran sungai Cipaniis. Penguatan jaringan UMKM antar desa wisata juga dinilai penting untuk meningkatkan ekonomi warga.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyambut positif hasil penelitian tersebut. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan menyebut hasil kajian ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan desa wisata.
Sambutan positif dari penelitian ini juga disampaikan kepala desa Raski Baskara. Kades berharap kerja sama dengan Institut Pariwisata Trisakti tidak berhenti pada riset saja. Pemerintah desa menginginkan adanya pendampingan berkelanjutan agar rekomendasi penelitian benar benar dapat diterapkan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.