Jejak Pelemahan Rupiah dari Era Soeharto hingga Prabowo, Pernah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS

Perjalanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi cerminan dinamika ekonomi Indonesia.
foto : ilustrasi/geminiAI
0 Komentar

Pemulihan Ekonomi Pascakrisis

Penguatan rupiah pada masa reformasi awal dipengaruhi upaya stabilisasi ekonomi, perbaikan kepercayaan pasar, dan berbagai kebijakan pemulihan yang dilakukan pemerintah.

Era SBY hingga Jokowi, Rupiah Relatif Stabil hingga Kembali Tertekan

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, nilai tukar rupiah cenderung lebih stabil dengan pergerakan di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per dolar AS.

Bahkan saat dunia menghadapi krisis finansial global 2008, Indonesia dinilai masih mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga:Rupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS pada 12 Mei 2026, Dipicu Inflasi Global dan Harga MinyakRupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, Ini Penyebab dan Sentimen yang Mempengaruhi

Namun, tekanan kembali meningkat pada era Joko Widodo. Pada 2015, rupiah sempat menembus level Rp15.000 per dolar AS dan kembali melemah saat pandemi Covid-19 pada 2020.

Era Prabowo dan Tekanan Global Baru

Memasuki pemerintahan Prabowo Subianto, rupiah kembali menghadapi tantangan berat akibat memanasnya konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, dan tingginya suku bunga The Fed.

Pada Mei 2026, nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, menjadi titik terlemah baru dalam sejarah perdagangan rupiah.

Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih stabil dibandingkan krisis 1998.

Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menghadapi pelemahan rupiah karena fundamental ekonomi nasional dinilai masih cukup kuat.

Menurutnya, stabilitas cadangan devisa, konsumsi domestik, dan kinerja ekspor tetap menjadi penopang utama ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Perjalanan rupiah dari era Soeharto hingga Prabowo menunjukkan bahwa nilai tukar mata uang sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global maupun domestik. Meski beberapa kali mengalami tekanan berat, Indonesia dinilai memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi gejolak ekonomi.

Baca Juga:Tata Cara Puasa Zulhijah 2026 Lengkap dengan Niat Tarwiyah dan ArafahKeutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan Utama yang Dianjurkan bagi Umat Muslim

Pemerintah pun optimistis pelemahan rupiah saat ini masih dapat dikendalikan selama fundamental ekonomi tetap terjaga dan stabilitas pasar terus diperkuat.

0 Komentar