Jejak Pelemahan Rupiah dari Era Soeharto hingga Prabowo, Pernah Sentuh Rp17.600 per Dolar AS

Perjalanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi cerminan dinamika ekonomi Indonesia.
foto : ilustrasi/geminiAI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Perjalanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi cerminan dinamika ekonomi Indonesia dari masa ke masa. Sejak era Orde Baru hingga pemerintahan Prabowo Subianto, rupiah telah menghadapi berbagai tekanan besar, mulai dari krisis finansial Asia, pandemi Covid-19, hingga konflik geopolitik global yang memengaruhi kondisi ekonomi dunia.

Pelemahan rupiah tidak terjadi begitu saja. Ketergantungan terhadap impor bahan baku, kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Fed, serta ketidakpastian global menjadi beberapa faktor utama yang memicu tekanan terhadap mata uang Indonesia.

Awal Pelemahan Rupiah di Era Orde Baru

Salah satu momen penting dalam sejarah rupiah terjadi pada masa pemerintahan Soeharto. Pada 23 Agustus 1971, pemerintah melakukan devaluasi rupiah dari Rp378 menjadi Rp415 per dolar AS.

Baca Juga:Rupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS pada 12 Mei 2026, Dipicu Inflasi Global dan Harga MinyakRupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, Ini Penyebab dan Sentimen yang Mempengaruhi

Kebijakan tersebut diambil setelah Amerika Serikat menghentikan konversi dolar terhadap emas, yang kemudian memicu perubahan besar dalam sistem nilai tukar dunia.

Dampak Perubahan Sistem Keuangan Global

Perubahan kebijakan global saat itu membuat banyak negara, termasuk Indonesia, harus menyesuaikan strategi ekonomi dan nilai tukar mata uangnya. Sejak saat itu, rupiah mulai menghadapi tantangan baru dalam menjaga stabilitas terhadap dolar AS.

Krisis Moneter 1998 Jadi Titik Terburuk Rupiah

Periode paling berat dalam sejarah rupiah terjadi saat krisis finansial Asia 1997-1998. Sebelum krisis, nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp2.500 per dolar AS.

Namun, situasi berubah drastis ketika krisis melanda kawasan Asia. Rupiah anjlok tajam hingga menyentuh level Rp16.800 per dolar AS pada Juni 1998.

Krisis Ekonomi dan Gejolak Politik

Krisis tersebut tidak hanya menghantam sektor keuangan, tetapi juga memicu tekanan sosial dan politik di Indonesia. Banyak perusahaan kolaps, angka pengangguran meningkat, dan perekonomian nasional mengalami kontraksi besar.

Kondisi itu menjadi salah satu titik paling sulit dalam sejarah ekonomi modern Indonesia.

Rupiah Menguat di Masa BJ Habibie

Setelah masa krisis, pemerintahan B. J. Habibie berhasil membawa rupiah kembali menguat pada pertengahan 1999.

Baca Juga:Tata Cara Puasa Zulhijah 2026 Lengkap dengan Niat Tarwiyah dan ArafahKeutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan Utama yang Dianjurkan bagi Umat Muslim

Nilai tukar rupiah saat itu sempat kembali ke kisaran Rp6.500 per dolar AS dan menjadi salah satu penguatan terbesar pascakrisis moneter.

0 Komentar