RADARCIREBON.TV – Chelsea FC akhirnya resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru tim utama. Pengumuman ini bukan sekadar pergantian pelatih biasa, melainkan babak baru bagi The Blues yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan setelah musim 2025/2026 yang penuh gejolak.
Di tengah hasil buruk yang membuat Chelsea terjerembab di posisi kesembilan klasemen Premier League, manajemen klub mulai tancap gas mencari figur yang tepat. Tidak hanya mengandalkan pelatih sementara, petinggi Chelsea juga bergerak cepat mengamankan jasa mantan gelandang Liverpool dan Real Madrid itu setelah sebelumnya menjadi pengangguran sejak dipecat Madrid pada Januari lalu.
Kontrak Empat Tahun, Gaji Selangit
Berdasarkan pengumuman resmi klub pada Minggu (17/5/2026), Alonso menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan mengikatnya di Stamford Bridge hingga 2030, dan mulai bekerja pada 1 Juli 2026 mendatang. Tak tanggung-tanggung, pelatih asal Spanyol itu dikabarkan akan menerima gaji fantastis sebesar £11,5 juta (sekitar Rp239 miliar) per tahun atau sekitar £220.000 per pekan, plus bonus hingga £3,5 juta, menjadikannya sebagai salah satu manajer dengan bayaran tertinggi di Premier League.
Baca Juga:Xabi Alonso Resmi ke Chelsea, Ini Misi Besar yang DibawanyaJadwal Sepak Bola Malam Ini 18-19 Mei 2026: Ada Pertandingan Arsenal vs Burnley, Cek Jam Tayang
Alonso masuk sebagai pelatih permanen kelima era kepemilikan BlueCo/Todd Boehly sejak 2022, menyusul Thomas Tuchel, Graham Potter, Mauricio Pochettino, Enzo Maresca, dan Liam Rosenior yang bertahan hanya 106 hari.
Xabi Alonso Bangga dan Siap Angkat Trofi
Dalam pernyataan resminya di situs klub, Alonso mengaku bangga bisa menangani salah satu klub terbesar di dunia. “Chelsea adalah salah satu klub terbesar di dunia sepak bola dan saya merasa sangat bangga menjadi manajer klub hebat ini,” kata Alonso. Ia juga menegaskan kesamaan visi dengan manajemen: membangun tim yang kompetitif, konsisten di level tertinggi, dan merebut trofi.
“Ada talenta hebat di skuad ini dan potensi besar di klub sepak bola ini. Sekarang fokusnya adalah kerja keras, membangun budaya yang tepat, dan memenangkan trofi,” tegas Alonso.
Rekam Jejak Mentereng di Leverkusen, Gagal di Madrid
Chelsea menilai Alonso memiliki kombinasi kualitas kepelatihan, kepemimpinan, karakter, dan integritas yang tepat untuk proyek jangka panjang klub. Nama Alonso melambung berkat pencapaiannya membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertama dalam sejarah klub pada 2023/24 tanpa sekalipun menelan kekalahan sepanjang musim. Selama di Leverkusen, ia mencatatkan 89 kemenangan, 32 imbang, dan 19 kekalahan dengan rata-rata 2,14 poin per pertandingan.
