Penghormatan Khusus dari Klub
Barcelona tidak melepas Lewandowski begitu saja. Sebelum pertandingan dimulai, presiden klub Joan Laporta turun ke lapangan untuk memberikan cendera mata berupa replika miniatur Camp Nou berbahan emas putih. Hadiah itu sebagai simbol bahwa Lewandowski akan selalu menjadi bagian dari sejarah besar klub.
Selain itu, layar raksasa di Camp Nou menayangkan video montase perjalanan Lewandowski selama empat musim: mulai dari debutnya, gol-gol penting, hingga selebrasi khasnya dengan kedua tangan menyilang di dada. Klub juga mengumumkan bahwa jersey nomor 9 yang dikenakannya akan dipensiunkan untuk sementara waktu sebagai tanda penghormatan.
Reaksi Flick dan Rekan Setim
Pelatih Hansi Flick yang dikenal disiplin dan jarang menunjukkan emosi, kali ini tak kuasa menahan haru. Ia memeluk Lewandowski lebih lama dari biasanya saat pergantian pemain. “Saya tidak akan pernah melupakan profesionalisme dan kerja kerasnya. Dia adalah panutan bagi semua pemain muda di sini,” kata Flick usai laga.
Baca Juga:Klasemen La Liga Terbaru 18 Mei 2026: Barcelona Kokoh di Puncak, Real Madrid Peringkat Dua, Drama Degradasi MaAntoine Griezmann Pamit ke Fans Atletico Madrid, Akui Transfer ke Barcelona Jadi Penyesalan Terbesar
Sementara itu, kapten tim Marc-Andre ter Stegen menyebut Lewandowski sebagai salah satu striker terbaik yang pernah bermain untuk Barcelona. “Kami akan merindukan sosoknya, baik di lapangan maupun di ruang ganti,” ujar kiper asal Jerman itu.
Faktor Penyebab Kepergian: Ingin Jadi Starter di Klub Baru
Meskipun sempat beredar rumor bahwa Barcelona tidak memperpanjang kontraknya karena masalah finansial, sumber internal klub membantah. Faktanya, Lewandowski sendiri yang memilih pergi karena ingin mendapatkan jam terbang lebih banyak di klub baru.
Musim ini, Lewandowski hanya menjadi starter dalam 15 pertandingan La Liga. Flick lebih memilih Ferran Torres yang lebih muda dan dinamis. Menyadari perannya semakin berkurang, Lewy pun memutuskan untuk mencari tantangan baru, dengan opsi terkuat kini mengarah ke MLS atau Liga Arab Saudi.
Kini, setelah laga perpisahan yang emosional itu usai, yang tersisa hanyalah kenangan indah. Camp Nou mungkin akan terasa berbeda musim depan tanpa sosok pria Polandia yang berlari kencang dan merayakan gol dengan lompatan khasnya.
