WHO Resmi Umumkan Darurat Ebola 2026, Virus Mematikan Mulai Menyebar ke Uganda

wabah Ebola Kongo
Petugas kesehatan melakukan skrining warga di perbatasan Uganda usai WHO menetapkan wabah Ebola Kongo sebagai darurat internasional. foto : Vincent Tremeau / World Bank (Flickr CC)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization resmi menetapkan wabah Ebola di Democratic Republic of the Congo sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Pengumuman ini langsung memicu perhatian dunia karena penyebaran virus disebut memiliki risiko regional yang serius.

Wabah terbaru tersebut terjadi di Provinsi Ituri, wilayah timur Kongo, dengan total sekitar 246 kasus suspek dan sedikitnya 80 kematian hingga pertengahan Mei 2026. Meski WHO menegaskan kondisi saat ini belum masuk kategori pandemi global seperti Covid-19, ancaman penyebaran lintas negara mulai meningkat.

Yang paling mengkhawatirkan, wabah kali ini dipicu oleh galur Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang hingga sekarang belum memiliki vaksin ataupun obat resmi yang disetujui secara global.

Ebola Bundibugyo Jadi Ancaman Baru Dunia

Baca Juga:Apa Itu Virus Nipah? Potensi Jadi Wabah, Kenali Gejala Awal, Dari Demam Hingga Sakit TenggorokanWaspada Wabah Cacar Monyet (Mpox) dan Ancamannya untuk Indonesia, Wajib Tahu Gejalanya!

Berbeda dengan wabah Ebola sebelumnya yang banyak disebabkan galur Zaire, kali ini WHO mengonfirmasi penyebaran berasal dari strain Bundibugyo. Varian ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan lebih sulit ditangani karena keterbatasan pengobatan.

Gejala awal Ebola sering menyerupai flu biasa, mulai dari demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga kelelahan ekstrem. Namun kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat menjadi muntah, diare, kerusakan organ, hingga perdarahan internal maupun eksternal.

Virus Ebola menyebar melalui kontak cairan tubuh seperti darah, muntahan, atau cairan pasien yang terinfeksi. WHO memperingatkan tingginya mobilitas penduduk di wilayah terdampak membuat penyebaran jauh lebih sulit dikendalikan.

Kasus Ebola Sudah Menyebar ke Uganda

Situasi makin tegang setelah dua kasus terkonfirmasi ditemukan di Uganda. Salah satu pasien dilaporkan meninggal dunia setelah melakukan perjalanan dari wilayah terdampak di Kongo.

Selain itu, satu kasus lain juga terdeteksi di Kota Goma, kawasan strategis di timur Kongo yang saat ini berada dalam situasi keamanan tidak stabil akibat konflik kelompok bersenjata.

WHO menilai kombinasi konflik keamanan, aktivitas perdagangan lintas negara, kepadatan penduduk, serta banyaknya fasilitas kesehatan informal menjadi “bahan bakar” penyebaran wabah.

Negara-negara tetangga seperti Rwanda dan Sudan Selatan kini mulai memperketat pengawasan perbatasan untuk mencegah masuknya virus.

0 Komentar