Xabi Alonso Tak Mulai dari Nol di Chelsea, Final FA Cup Jadi Buktinya

Xabi Alonso
Xabi Alonso tersenyum percaya diri usai konferensi pers perdananya di Stamford Bridge, Senin (18/5/2026). Sumber img:@chealseafc
0 Komentar

Sementara itu, Reece James, meskipun baru pertama kali starter sejak Maret, tetap menunjukkan pengaruh besarnya sebagai kapten saat berada dalam kondisi fit. Di lini tengah, duet Moises Caicedo dan Enzo Fernandez tetap dipandang sebagai gelandang elite, meski performa mereka sempat menurun musim ini.

PR Besar: Membangkitkan Cole Palmer

Tantangan terbesar Alonso adalah mengembalikan performa Cole Palmer. Playmaker andalan The Blues itu tampil di bawah ekspektasi dan nyaris tidak terlihat sepanjang final. Cedera yang menghantuinya musim ini menjadi salah satu faktor utama, dan tugas Alonso adalah mengembalikan “sihir” yang sempat membuatnya menjadi bintang Premier League.

Meskipun demikian, Palmer tetap dianggap memiliki potensi besar yang bisa diasah lebih lanjut. Kehadiran pelatih sekelas Alonso, dengan pengalaman dan reputasinya sebagai mantan pemain Liverpool, Real Madrid, Bayern Munich, dan timnas Spanyol, diyakini bisa menjadi faktor kunci dalam mengembalikan kepercayaan diri para pemain bintang Chelsea.

Kepercayaan Penuh dengan Status ‘Manager’

Baca Juga:Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso sebagai Pelatih BaruXabi Alonso Resmi ke Chelsea, Ini Misi Besar yang Dibawanya

Langkah manajemen memberikan status “Manager” (bukan sekadar head coach) kepada Xabi Alonso menjadi suntikan semangat tersendiri. Dengan wewenang lebih besar dalam menentukan kebijakan transfer serta pembangunan kultur klub, Alonso tidak akan memulai pekerjaannya dari titik nol. Ia datang dengan fondasi yang telah terbukti tangguh di final dan dukungan penuh untuk membangun ulang kekuatan The Blues.

Teka-teki di Ruang Ganti Menanti Alonso

Meski demikian, jalan Alonso tidak akan semulus yang dibayangkan. Mantan arsitek Leverkusen itu harus berhadapan dengan ruang ganti yang sempat renggang. Sosok sebesar Alonso, dengan aura kemenangan sebagai eks pemain top dunia, diharapkan mampu menjadi perekat yang selama ini hilang di ruang ganti Stamford Bridge.

Selain itu, Chelsea harus segera bangkit dari rekor buruk: kekalahan di final Piala FA ini menjadi kekalahan ketujuh beruntun The Blues di final kompetisi domestik. Ini menjadi catatan kelam yang harus segera dihapus oleh Xabi Alonso.

Meski gagal membawa pulang trofi, pengalaman di final melawan Manchester City menjadi modal berharga. Kini, musim depan menjadi awal baru untuk membuktikan bahwa Chelsea pantas diperhitungkan lagi di papan atas Inggris.

0 Komentar