Kehilangan Widodo tentu menjadi pukulan telak bagi Garudayaksa. Figur pelatih berusia 55 tahun ini memiliki jam terbang emas sebagai “arsitek promosi” di Indonesia. Sebelum sukses dengan Garudayaksa, ia membawa Persijap Jepara promosi ke Liga 1 musim 2024/2025, dan Persita Tangerang naik kasta pada 2019. PSIS berharap resep ajaib yang sama bisa terulang di Semarang.
Menurutnya, kesuksesan tidak diraih secara instan. Widodo sempat mengatakan bahwa karier pelatih lokal harus dimulai dari bawah dan bertahan pada proses. “Bukan berarti saya sok jago, tetapi kita bisa mulai dari yang bawah dulu, bukan langsung ke tim tinggi. Bertahan dan berproses dari tim terendah, sehingga nanti bisa memberikan hasil maksimal saat berada di Liga 1,” katanya setelah membawa Garudayaksa promosi. Semua target promosi ini bisa terkabul di Semarang. Kini, Garudayaksa harus berbenah cepat sementara PSIS tersenyum dengan juru taktik berpengalaman.
