Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC Champions League 2026, Noumory Keita MVP

Noumory Keita (kiri)
merayakan kemenangan bersama rekan setimnya usai laga final AVC Champions League 2026 melawan Suntory Sunbirds. Sumber img:@avcvolly
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar membanggakan datang dari dunia voli Tanah Air. Jakarta Bhayangkara Presisi resmi dinobatkan sebagai juara AVC Champions League 2026 setelah melalui babak final yang sengit. Gelar ini bukan sekadar trofi biasa, melainkan potret nyata kebangkitan bola voli Indonesia di kancah Asia yang selama ini didominasi oleh klub-klub dari Jepang, Iran, dan Qatar.

Di tengah persaingan ketat melawan raksasa Asia, skuad asuhan pelatih asal Brasil itu mulai tancap gas sejak babak penyisihan. Tidak hanya mengandalkan kekuatan kolektif, tim juga bergerak maksimal dengan menampilkan performa apik di setiap laga, hingga akhirnya sukses mengangkat piala bergengsi tertinggi se-Asia.

Final Dramatis, Noumory Keita Jadi Penentu

Berdasarkan laporan dari AVC Volleyball, laga puncak yang digelar di GOR Tertib Kota Bandung, Senin (18/5/2026), berlangsung sengit sejak set pertama. Jakarta Bhayangkara Presisi yang diperkuat mega bintang asal Guinea, Noumory Keita, mampu mengatasi tekanan dari wakil Jepang, Suntory Sunbirds, dengan skor akhir 3-1 (25-23, 22-25, 25-20, 25-21).

Baca Juga:Tim Bola Volly Kota Cirebon Siap Hadapi Porprov – VideoOpen Turnamen Bola Volly Kuwu Cup IV Marikangen – Video

Keita tampil moncer sepanjang pertandingan dengan menyumbangkan 28 poin, termasuk 5 smash keras yang tak mampu dibendung blok lawan. Penampilan impresifnya membuat ia terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen, mengalahkan kandidat kuat dari klub lain.

Perjalanan Panjang Bhayangkara ke Puncak Asia

Perjuangan Jakarta Bhayangkara Presisi di AVC Champions League 2026 tidaklah mudah. Mereka tergabung di Grup B bersama klub kuat dari Qatar dan Kazakhstan. Lewat kerja sama tim yang solid dan strategi matang, tim besutan pelatih Marcos Miranda ini berhasil lolos ke babak knockout sebagai juara grup.

Di babak semifinal, mereka menaklukkan klub asal Iran, Shahdab Yazd, dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini sekaligus membawa mental juara yang sempat hilang saat kalah di final kejuaraan domestik beberapa bulan lalu.

Pelatih Miranda: Ini untuk Seluruh Rakyat Indonesia

Seusai pertandingan, pelatih kepala Jakarta Bhayangkara Presisi, Marcos Miranda, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Ini kemenangan yang luar biasa. Saya bangga dengan perjuangan para pemain yang tidak pernah menyerah. Gelar ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Miranda dengan mata berkaca-kaca.

0 Komentar