RADARCIREBON.TV– Setelah 22 tahun menanti, gelar Premier League akhirnya kembali ke tangan Arsenal. Musim 2025/2026 menjadi saksi bisu perjuangan The Gunners yang tidak hanya mengandalkan skema passing, tetapi juga mental baja dan sedikit keberuntungan. Gelar ini bukan sekadar trofi biasa, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang penuh drama, dimulai dari keputusan kontroversial Mikel Arteta hingga “kutukan” yang menimpa rival abadi mereka, Crystal Palace.
Di tengah persaingan ketat dengan Manchester City yang membayangi hingga pekan terakhir, Arsenal mulai tancap gas membangun keunggulan. Tidak hanya mengandalkan kekuatan skuad, mereka juga bergerak memanfaatkan setiap momen krusial yang pada akhirnya terbukti menjadi penentu mahkota. Berikut 11 momen sakral yang mengantarkan The Gunners juara.
1. Keputusan Kontroversial Arteta Pertahankan Gabriel Jesus di Bursa Dingin (Januari 2026)
Ketika tawaran raksasa Arab Saudi mengalir deras untuk sang striker, banyak yang mendesak Arteta menjual Gabriel Jesus dan membeli penyerang baru. Namun, Arteta nekat bertahan. Keputusan ini sempat dianggap gila, apalagi Jesus sempat cedera di bulan Februari. Namun, di lima laga terakhir, Jesus mencetak 4 gol krusial, termasuk brace ke gawang Manchester United yang menjaga asa tetap hidup.
Baca Juga:Pep Guardiola Angkat Topi untuk Arsenal: Mereka Pantas Jadi Juara, Saya Ucapkan Selamat!Arsenal Resmi Juara Liga Inggris 2025/2026 Setelah Manchester City Tertahan di Vitality Stadium
2. Comeback 3-2 di Etihad: The Turning Point
Tanggal 15 Februari 2026. Manchester City unggul 2-0 hingga menit ke-70. Tapi Arsenal menunjukkan denyut jantung juara. Gol bunuh diri Ruben Dias di menit 78, penalti Bukayo Saka di menit 85, dan header Kai Havertz di menit 90+3 mengguncang Etihad. Kemenangan ini memangkas jarak menjadi 1 poin dan menjadi pukulan psikologis bagi City yang tidak pernah pulih sepenuhnya.
3. Cedera Rodri: “Hadiah” Tak Terduga bagi Arsenal
Dalam laga yang sama, gelandang City Rodri ditarik keluar pada menit 55 karena cedera hamstring. Ternyata, cedera itu cukup parah hingga memaksanya absen 6 pekan. Tanpa jangkar lini tengahnya, Manchester City kehilangan keseimbangan dan hanya meraih 8 poin dari 5 pertandingan berikutnya, sementara Arsenal mulus meraih 13 poin.
4. Kepahlawanan David Raya di Old Trafford (Pekan 31)
Dalam kondisi hujan deras dan tekanan ribuan suporter MU, Arsenal bermain imbang 0-0 hingga injury time. Menit ke-94, Bruno Fernandes melepaskan tendangan bebas melengkung ke pojok gawang. David Raya terbang dengan penyelamatan “Wonder Save” ujung jari. Jika gol itu masuk, Arsenal kehilangan 2 poin. Kini, mereka menang tipis 1-0 lewat gol kontroversial Gabriel Martinelli.
