DBD Makin Mengancam! Menkes Ungkap 1 Pasien Bisa Tulari 6 Orang, Jangan Anggap Sepele!

Foto
Bahaya DBD/ ilustrasi: Gemini ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kalau ngomongin soal demam berdarah atau DBD, rasanya penyakit ini sudah jadi “tamu tak diundang” langganan setiap tahun ya? Meskipun kedengarannya sudah biasa, ternyata DBD ini masih jadi ancaman yang nggak main-main buat kita yang tinggal di Indonesia, apalagi yang domisili di kota-kota padat.

Baru-baru ini, Pak Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan sempat curhat di depan DPR soal gimana “bandelnya” penyakit satu ini. Ternyata, satu orang yang kena DBD itu rata-rata bisa menularkan ke 5 sampai 6 orang lainnya lewat perantara nyamuk.

Kalau dibandingin sama campak yang penularannya bisa lewat udara (droplet) dan nyerang belasan orang sekaligus, DBD ini angkanya lebih kecil. Tapi masalahnya, nyamuk Aedes aegypti itu “betah” banget hidup di sekitar rumah kita.

Baca Juga:Usai Gagal di AFF, Timnas U-17 Tambah 3 Pemain untuk Hadapi Piala Asia 2026Real Madrid vs Alaves 22 April 2026: Momentum Kebangkitan atau Makin Terpuruk? Ini Prediksi Skor Lengkapnya

Kenapa Kasus DBD Sering Tiba-tiba Meledak?

Mungkin kamu sering sadar kalau cuaca lagi nggak menentu atau lagi panas-panasnya fenomena El Nino, berita soal DBD pasti naik.

Pak Menkes bilang kalau grafik DBD itu persis banget ngikutin pola El Nino. Begitu suhu berubah dan pola hujan jadi berantakan, populasi nyamuk langsung party dan jumlah kasusnya ikut melonjak tajam.

Data dari Kemenkes juga cukup bikin mata terbuka:

Kasus per tahun: Sekitar 150 ribu orang.

Bandingannya: Emang sih nggak sebanyak TBC yang sampai 1 juta kasus, tapi kematian akibat DBD ini ternyata lebih tinggi daripada malaria. Serem, kan?

Masalah Utamanya Bukan Obat, Tapi Waktu

Ada satu poin menarik yang ditekankan pemerintah: Dokter di Indonesia itu sebenarnya sudah jago banget menangani DBD. Kita ini sudah jadi “ahlinya” karena kasusnya ada terus.

Bahkan, Pak Budi cerita kalau ada pasien di luar negeri yang meninggal gara-gara dokter di sana nggak terbiasa menangani DBD, beda sama dokter kita yang sudah khatam.

Lalu kenapa masih ada yang meninggal? Jawabannya cuma satu: Telat. Penyakit ini jadi fatal kalau sudah sampai tahap shock. Jadi sebenarnya, kunci selamat dari DBD itu simpel: jangan ditunda-tunda kalau sudah ada gejala. Makin cepat dibawa ke RS, makin besar peluang untuk sembuh total tanpa komplikasi.

0 Komentar