Dengan adaptasi sebagai bek kiri ini, persaingan di timnas pun akan semakin sengit. Namun, pelatih Nova Arianto menegaskan bahwa semua pemain, termasuk Amar Brkic, memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menembus skuad final. “Kalau mereka bisa menunjukkan secara performa yang baik, ya pasti kita akan bawa nanti di AFF,” jelas Nova.
Darah Kebumen dan Sambutan Hangat Pemerintah Daerah
Amar Brkic memiliki garis keturunan dari Kebumen yang mengalir dari sang ibu, dr. Diyah Nahdiyati, seorang dokter spesialis anak yang juga merupakan tokoh penting Muhammadiyah di Jerman. Tak heran jika kepulangannya disambut hangat oleh tanah leluhurnya.
Sang Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani, melalui unggahannya mengabarkan kedatangan sang pemain seraya meminta doa restu dari masyarakat. “Mohon doa restu dan dukungannya untuk Amar Brkic yang akan berlaga dalam Turnamen Sepak Bola Piala AFF U-20 2026,” tulis Lilis.
Baca Juga:Era Baru Inggris Dimulai, Harry Maguire Tak Lagi Dipanggil TimnasTiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik Mulai Dijual, Inilah Cara Beli dan Daftar Harganya
Tantangan Berat di Grup Neraka
Meskipun diuntungkan sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi tantangan berat di fase grup. Berdasarkan hasil pengundian, Garuda Muda tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, serta Timor Leste. Keberadaan tim kuat seperti Vietnam dinilai menjadi ujian tersendiri bagi anak asuh Nova Arianto.
Turnamen ini bukan hanya ajang kehormatan, tetapi juga merupakan jembatan penting untuk persiapan tim sebelum terjun ke panggung yang lebih besar, yaitu Kualifikasi Piala Asia U-19.
Kini, setelah hampir tiga tahun lamanya absen, laga pembuka ASEAN U-19 Championship 2026 di Medan nanti akan menjadi panggung pertama Amar Brkic sebagai pemain belakang skuad Garuda Muda.
