RADARCIREBON.TV – Ada angin segar untuk skuad Garuda Muda jelang Piala AFF U-19 2026. Pemain diaspora asal Jerman, Amar Brkic, resmi kembali ke timnas Indonesia kelompok umur. Kabar ini bukan sekadar panggilan pemain biasa, melainkan potret nyata comeback spesial setelah nyaris tiga tahun menghilang dari radar, sekaligus sebuah transformasi karena kini ia bermain di posisi yang benar-benar baru.
Setelah terakhir kali membela Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023, mantan pemain sayap itu akhirnya mendapat panggilan kehormatan dari pelatih Nova Arianto. Di tengah persiapan tim yang gencar di Yogyakarta, pelatih asal Indonesia itu mulai tancap gas memanggilnya. Tidak hanya mengandalkan skuad lokal semata, pelatih timnas kelompok umur juga bergerak mencari kekuatan baru di luar negeri, dan nama Amar Brkic langsung masuk dalam daftar prioritas utamanya.
Kembali ke Timnas Indonesia Kelompok Umur
Pemain berusia 18 tahun yang kini merumput bersama SV Darmstadt U-19 di Jerman itu secara resmi dipanggil oleh pelatih kepala Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, untuk memperkuat tim di ajang ASEAN U-19 Championship 2026 (Piala AFF U-19). Momen comeback ini menjadi sorotan karena ia merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-17 yang berlaga di Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di Indonesia.
Baca Juga:Era Baru Inggris Dimulai, Harry Maguire Tak Lagi Dipanggil TimnasTiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik Mulai Dijual, Inilah Cara Beli dan Daftar Harganya
Selama hampir tiga tahun, namanya seolah menghilang dan jarang terlihat dalam daftar panggilan tim nasional. Namun, sekarang ia kembali hadir dengan status berbeda. Pemain muda tersebut bukan satu-satunya bintang yang dipanggil. Ia akan menjadi bagian dari tujuh pemain diaspora yang dipanggil Nova Arianto untuk turnamen yang akan berlangsung di Medan dan Deli Serdang pada 1-13 Juni 2026.
Main di Posisi Baru
Menariknya, pemain yang dahulu dikenal sebagai sayap cepat atau winger kini akan menjalankan tugas yang benar-benar berbeda. Dalam perkembangannya di level klub Jerman, ia secara bertahap menjalani transformasi peran dari pemain sayap menjadi seorang bek kiri. Pergeseran posisi ini menjadi kabar penting bagi skuad Garuda Muda yang memang sangat membutuhkan tambahan kekuatan di sektor pertahanan sayap kiri.
