RADARCIREBON.TV – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mulai menunjukkan rasa kesalnya jelang laga terakhir Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara. Bukan karena kondisi tim atau lawan yang akan dihadapi, melainkan karena suasana pesta juara yang menurutnya sudah terlalu ramai sebelum pertandingan dimainkan.
Persib memang berada di ambang gelar. Maung Bandung hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu malam, untuk memastikan trofi tetap berada di Bandung. Namun Bojan tidak ingin skuadnya kehilangan fokus gara-gara terlalu cepat terbawa euforia.
Bojan Hodak Tak Nyaman dengan Atmosfer Pesta Juara
Beberapa hari jelang pertandingan, suasana Bandung memang mulai dipenuhi nuansa perayaan. Banyak bobotoh sudah bersiap menyambut kemungkinan Persib menjadi juara musim ini.
Baca Juga:Al Hilal Mulai Goyah di Laga Besar, Persaingan Liga Makin PanasSelisih 2 Poin! Al Hilal Kalah Tipis dari Al Nassr di Perebutan Gelar
Namun Bojan justru mengingatkan semua pihak agar tidak terburu-buru merayakan sesuatu yang belum benar-benar selesai. Pelatih asal Kroasia itu mengatakan pertandingan melawan Persijap tetap harus dijalani dengan serius karena sepak bola sering menghadirkan kejutan.
“Saya tidak suka jika orang-orang sudah bicara pesta sebelum pertandingan dimainkan,” ungkap Bojan dalam konferensi pers jelang laga.
Ucapan itu langsung jadi sorotan karena menunjukkan Bojan masih menjaga kewaspadaan penuh meski Persib berada di posisi sangat menguntungkan.
Persib Tinggal Butuh Satu Poin
Secara klasemen, Persib memang sangat dekat dengan trofi Super League 2025/2026. Mereka memimpin klasemen sementara dan hanya memerlukan hasil imbang untuk mengunci gelar juara.
Kemenangan 2-1 atas PSM Makassar pada pekan sebelumnya membuat posisi Persib semakin aman di puncak. Dalam laga tersebut, Persib kembali menunjukkan mental kuat setelah sempat mendapat tekanan di babak kedua.
Sepanjang musim ini, Persib menjadi salah satu tim paling konsisten di liga. Mereka punya lini depan tajam dan pertahanan yang cukup stabil dalam laga-laga penting.
Namun Bojan tampaknya tidak ingin statistik bagus membuat pemain terlena. Ia sadar tekanan terbesar justru sering muncul di pertandingan terakhir musim.
Baca Juga:Lini Belakang Al Hilal Mulai Disorot, Kebobolan di Momen Krusial Jadi MasalahAl Hilal Menang Tipis Lagi, Tapi Pola Ini Mulai Jadi Alarm
Persijap Bisa Jadi Ancaman Jika Persib Kehilangan Fokus
Meski datang sebagai tim non-unggulan, Persijap Jepara tetap dianggap berbahaya. Mereka bermain tanpa tekanan besar dan bisa tampil lebih lepas dibanding Persib yang sedang memburu gelar.
