Kuat! Data Terbaru Buka Suara, AS Sudah Bukan Nomor Wahid; RI Harus Pilih Pindah Haluan?

Grtafik
Grafik pertumbuhan perdagangan China dan AS 2000-2024
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Selama dua dekade terakhir, peta kekuatan ekonomi dunia berubah sangat cepat. Bila pada awal tahun 2000-an Amerika Serikat masih menjadi pusat perdagangan dunia, kini posisi tersebut mulai bergeser. Negara Paman Sam perlahan mulai ditinggalkan, sementara China menjelma menjadi mitra dagang utama bagi banyak negara. Peta baru ini bukan hanya sekadar angka statistik biasa, melainkan peringatan keras bagi Jakarta untuk menentukan sikap: tetap bertahan di kubu lama atau ikut arus besar pergeseran kekuatan global.

Di tengah ketidakpastian hubungan dagang AS-China yang masih memanas, Indonesia mulai tancap gas merespon perubahan. Tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan lama, pemerintahan Prabowo pun harus bergerak mencari peluang baru, mengingat fakta bahwa China kini sudah melesat jauh meninggalkan AS dalam volume perdagangan global.

2000 vs 2026: China Melesat 1.200%, AS Cuma 4,2% Per Tahun

Berdasarkan data yang dihimpun CNBC Indonesia pada Kamis (21/5/2026), pada tahun 2000, total perdagangan Amerika Serikat mencapai sekitar US$2 triliun, lebih dari empat kali lipat perdagangan China yang baru menyentuh US$474 miliar. Hanya segelintir negara yang menjadikan China sebagai mitra dagang utama, seperti Vietnam dan Korea Utara.

Baca Juga:Waspadai Detail Receh! Warren Zaire-Emery Peringatkan PSG: Final Liga Champions vs Arsenal Bakal Ditentukan olLive Score Al Nassr vs Damac 3-1, Cristiano Ronaldo Cetak Gol di Laga Penentuan Gelar

Namun dalam 24 tahun terakhir, pertumbuhan nilai perdagangan China melesat sangat agresif, melonjak sekitar 1.200% dengan pertumbuhan rata-rata tahunan mencapai 11,3% . Bandingkan dengan AS yang hanya tumbuh 167% dengan rata-rata sekitar 4,2% per tahun. China bahkan resmi melampaui AS sebagai negara dengan total perdagangan terbesar sejak 2012.

Memasuki tahun 2024, total perdagangan China sudah mencapai sekitar US$6,2 triliun, sementara AS tertahan di kisaran US$5,3 triliun. Perubahan drastis ini membuktikan bahwa pusat gravitasi ekonomi dunia tidak lagi terpusat di Barat.

Kini Asia, Afrika, & Amerika Selatan Lebih Dekat ke China

China saat ini telah menjadi mitra dagang dominan bagi banyak negara di Asia, Eropa Timur, Timur Tengah, Oseania, Amerika Selatan, hingga Afrika. Negara-negara berkembang mulai memperkuat hubungan ekonomi dengan Beijing, terutama melalui perdagangan komoditas dan manufaktur. Sebaliknya, pengaruh perdagangan AS kini lebih terkonsentrasi di kawasan Amerika Utara serta sebagian Eropa Barat.

0 Komentar