Perum Bulog Cirebon, mengupayakan pasokan minyak kita, kembali tersedia di pasaran, meski sebelumnya sempat mengalami kelangkaan di pasaran. Penurunan pasokan dari pusat, karena dampak perang Timur Tengah serta ekspor minyak turun, sehingga membuat produksi minyak kita cenderung berkurang.
Pekan lalu, produk minyak kita dipasaran sempat mengalami kesulitan pasokan ke pedagang pengecer, bahkan sempat tidak tersedia hingga beberapa hari, di kios pedagang.
Perum Bulog Cirebon menjelaskan, mekanisme penyaluran minyak kita ada regulasinya, sistem penyaluran DMO atau Domestik Market Obligation, Minyakita terbagi menjadi beberapa jalur. Distribusi swasta sekitar 65 persen disalurkan langsung oleh produsen melalui distributor tingkat 1, hingga tingkat 2. Dan istribusi BUMN Pangan 35 persen, kuota distribusi BUMN pangan dibagi lagi menjadi tiga entitas, yakni Perum Bulog 70 persen, sisanya ID Food dan Agrinas.
Baca Juga:‎Bapemperda Bahas Raperda Pelestarian Cagar Budaya – VideoEksekusi Aset Di Area Kediaman Fifi Sofiah Oleh PN Sumber Batal – Video
Sehingga, dari pasokan yang biasanya mendapatkan kuota sekitar 35 ribu dus, kini hanya mendapat kuota sekitar 1.500 dus per bulan. Untuk kuota bulan ini, Perum Bulog memastikan sudah mulai mendistribusikan ke pasar pasar, dengan harga tetap sekitar 15.700 rupiah per liter.
Penurunan jumlah kuota pasokan minyak kita ke Perum Bulog juga dipengaruhi kendala kuota ekspor CPO minyak yang juga mengalami penurunan. Sehingga diperkirakan produksi minyak kita ikut menurun, namun demikian kedepan diharapkan ada alternatif minyak premium yang harganya lebih rendah, untuk menjadi produk diversifikasi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.