Dari Build-Up hingga Pressing Gila, Ini Revolusi Pep Guardiola di Inggris

Pep guardiola
Pep Guardiola Image : @pepteam
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Saat Pep Guardiola pertama kali datang ke Manchester City pada 2016, banyak yang ragu gaya bermainnya bisa bertahan di kerasnya Premier League. Liga Inggris dikenal cepat, fisik, dan brutal. Bahkan beberapa legenda sepak bola Inggris sempat menyebut filosofi Pep terlalu rumit untuk kompetisi seintens itu.

Namun beberapa tahun kemudian, keraguan itu berubah menjadi pengakuan. Pep bukan cuma membawa trofi ke Etihad Stadium. Ia mengubah cara klub-klub Premier League bermain sepak bola. Dari pola build-up, posisi bek, sampai cara tim kecil berani menguasai bola, jejak Guardiola terasa hampir di seluruh liga.

Premier League sekarang jauh berbeda dibanding era sebelum Pep datang. Banyak pelatih mulai meninggalkan sepak bola direct dan mengadopsi permainan yang lebih taktis, fleksibel, dan penuh kontrol.

Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Persija vs Semen Padang Hari IniLink Live Streaming Persija vs Semen Padang Sore Ini Resmi

False Fullback Jadi Revolusi Baru

Salah satu inovasi terbesar Pep adalah mengubah fungsi bek sayap. Dulu fullback identik dengan tugas bertahan dan overlap di sisi lapangan. Tapi Guardiola membuat mereka masuk ke tengah seperti gelandang tambahan.

Peran itu terlihat jelas lewat pemain seperti João Cancelo hingga John Stones. Saat menyerang, posisi mereka berubah total untuk membantu penguasaan bola di lini tengah.

Strategi ini membuat City lebih dominan. Musim 2023/2024, Manchester City mencatat rata-rata penguasaan bola di atas 65 persen di Premier League. Statistik itu menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah kompetisi modern Inggris.

Kini pola serupa mulai ditiru banyak klub. Bahkan tim papan tengah ikut memakai inverted fullback demi menjaga kontrol permainan.

Build-Up dari Belakang Jadi Tren

Sebelum era Guardiola, banyak tim Inggris masih nyaman memainkan bola panjang dari belakang. Tapi Pep mengubah pola pikir itu secara drastis.

Kiper kini bukan cuma penjaga gawang, melainkan bagian penting dalam build-up serangan. Bek tengah juga dituntut tenang saat ditekan lawan.

Kehadiran pemain seperti Ederson membuat perubahan itu semakin jelas. Distribusi bolanya sering menjadi awal terciptanya peluang Manchester City.

Baca Juga:Prediksi Skor Persija vs Semen Padang: JIS Membara Hari IniPelatih Chelsea Buka Suara soal Cole Palmer Dicoret Inggris

Efeknya terasa ke seluruh Premier League. Klub-klub sekarang berlomba mencari kiper yang kuat memainkan bola, bukan sekadar hebat melakukan penyelamatan.

0 Komentar