Harga Emas Dunia Hari Ini Terkoreksi, Antam Malah Tahan Banting di Tengah Badai

Grafik fluktuasi
Grafik fluktuasi harga emas Antam dan emas dunia Mei 2026. Sumber img: pinterest
0 Komentar

Emas Dunia: Terjepit di Antara Harga Minyak dan Suku Bunga AS

Lain cerita dengan harga emas dunia. Pergerakan emas global hingga akhir pekan ini masih berkutat dalam tekanan kuat, bahkan berhasil mencatatkan penurunan mingguan kedua secara berturut-turut. Harga emas spot kembali terkoreksi tajam dan kini berada di kisaran level psikologis US$4.500 per ons.

Sepanjang pekan ini, harga emas dunia telah terpangkas sekitar 0,85 persen. Angka ini menyusul pekan sebelumnya yang sudah anjlok lebih dalam hingga 3,57 persen. Analis menyebut, pelemahan harga emas kali ini tidak bisa dilepaskan dari melambungnya harga minyak mentah dunia yang membuat pasar kembali mengkhawatirkan lonjakan inflasi.

“Inflasi yang didorong kenaikan harga minyak memberi tekanan bagi bank sentral untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Ini menjadi tantangan bagi emas dalam jangka pendek,” jelas analis UBS Giovanni Staunovo.

Baca Juga:Update Harga Emas Antam 23 Mei 2026: Turun Lagi, 1 Gram Jadi Rp 2.773.000Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 Mei 2026 Kompak Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Terkoreksi

Berdasarkan CME FedWatch Tool terbaru, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 60 persen bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun ini, naik signifikan dari sebulan lalu.

Tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga otomatis mendongkrak imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang telah melonjak mendekati level 4,8 persen, level tertinggi dalam lebih dari setahun. “Suku bunga tinggi membuat biaya opportunity memegang emas sebagai aset tidak berbunga menjadi semakin mahal,” ujar Peter Grant, Senior Metals Strategist Zaner Metals.

Kenaikan Harga Minyak dan Gejolak Timur Tengah

Kenaikan harga minyak dunia hingga di atas US$100 per barel terjadi akibat ketidakpastian arah penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran, yang turut mempengaruhi sentimen pasar komoditas global. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan terdapat beberapa tanda positif dalam pembicaraan dengan Iran. Namun, isu terkait cadangan uranium Iran dan kontrol atas Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama negosiasi.

Ketegangan tersebut sempat mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi, serta memicu kekhawatiran inflasi global. Ketika energi mahal, inflasi otomatis meningkat. Untuk meredam inflasi, bank sentral seperti The Fed biasanya akan menaikkan suku bunga. Dan di situlah emas kerap menjadi korban, karena kenaikan suku bunga membuat dolar AS menguat dan menekan harga emas.

0 Komentar