RADARCIREON.TV – Ban merupakan komponen vital yang langsung bersentuhan dengan jalan, sehingga kondisinya sangat memengaruhi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Namun, banyak pemilik mobil yang mengeluhkan ban cepat habis atau aus tidak merata padahal usia pemakaian masih tergolong muda. Masalah ini tidak hanya merugikan secara finansial karena biaya penggantian yang mahal, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan di jalan. Lalu, apa saja yang menyebabkan ban mobil cepat habis? Mari kita bahas secara tuntas.
Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai Standar
Penyebab paling umum dan paling sering diabaikan adalah tekanan angin ban yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Tekanan angin yang terlalu rendah akan membuat permukaan ban yang menyentuh jalan menjadi lebih luas, sehingga bagian pinggir atau bahu ban akan lebih cepat aus. Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi justru menyebabkan bagian tengah telapak ban yang menonjol dan lebih cepat botak.
Selain mempercepat keausan, tekanan angin yang tidak tepat juga dapat menyebabkan ban menjadi benjol atau bulge, yaitu kondisi di mana dinding ban menggembung karena beberapa bagian harus menahan tekanan berlebih. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ban pecah saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Untuk mencegah hal ini, periksa tekanan angin ban secara rutin, idealnya setiap minggu atau minimal sebulan sekali. Pastikan tekanan sesuai dengan rekomendasi yang tertera pada buku manual kendaraan atau stiker di pintu pengemudi, dan lakukan pengecekan saat ban dalam kondisi dingin.
Baca Juga:Mobil Listrik hingga Hybrid Dinilai Lebih Efektif Dibanding Program B50Tak Hanya Ramah Lingkungan, Mobil Listrik Ubah Cara Orang Berkendara
Spooring dan Balancing yang Jarang Dilakukan
Spooring atau penyetelan roda sangat krusial untuk memastikan sudut kemiringan dan kesejajaran roda berada pada posisi yang tepat. Jika spooring tidak presisi, ban akan menapak aspal secara tidak merata. Salah satu yang paling umum adalah pengaturan toe in atau toe out yang kurang pas, yang menyebabkan satu sisi ban terkikis lebih cepat. Hal ini sering disebut sebagai penyebab ban habis sebelah atau aus tidak merata.
Sementara itu, balancing berfungsi untuk menyeimbangkan distribusi berat pada roda dan ban. Ban yang tidak seimbang akan menimbulkan getaran saat dikemudikan, terutama pada kecepatan tinggi. Getaran ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyebabkan keausan ban yang tidak merata dan mempercepat kerusakan komponen suspensi. Para ahli menyarankan untuk melakukan spooring dan balancing setiap 10.000 kilometer, atau setiap kali Anda mengganti ban baru.
