Sederet Nama Dunia dan Sisa yang Belum Terdengar
Di posisi keempat, Dak Prescott (American Football) dengan US$137 juta. Sebagai quarterback Dallas Cowboys, dirinya mampu menembus posisi ini berkat bonus penandatanganan kontrak baru dan perpanjangan kesepakatan bernilai besar.
Sang rival abadi dari dunia persepakbolaan, Lionel Messi (Sepak Bola) “hanya” menempati peringkat kelima dengan US$135 juta (sekitar Rp2,26 triliun) [10†L19-L20]. Meskipun sepi di panggung persepakbolaan Eropa setelah pindah ke MLS, sponsor Adidas dan Apple serta berbagai pendapatan hak gambar dan komersial membuatnya masih konsisten di peringkat 5 besar [7†L26-L29].
Selain deretan nama besar di atas, ada legenda NBA LeBron James dengan pendapatan US$133,8 juta (peringkat 6)**, **Juan Soto (bisbol) US$114 juta (7), mantan striker Real Madrid Karim Benzema (US$104 juta) di posisi 8**, **Shohei Ohtani (bisbol) US$102,5 juta peringkat 9, dan Kevin Durant (basket) US$101,4 juta peringkat 10.
Baca Juga:Momen Bahagia Persib Juara Tercoreng, HP Frans Putros Raib Saat Konvoi di BandungDaftar Juara Liga Indonesia: Persib Kini Tim Tersukses, Cetak Sejarah Hattrick Juara Pertama
Fakta menarik, pada tahun 2025 ini adalah tahun kedua berturut-turut di mana setiap anggota dalam daftar 10 besar memiliki pendapatan minimal US$100 juta, dengan total gabungan mereka mencapai **US$1,4 miliar**, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya [5†L28-L30].
Berikut daftar lengkap versi Forbes 2025:
1. Cristiano Ronaldo (Sepak Bola): US$275 juta (~Rp4,47 T)
2. Stephen Curry (Basket): US$156 juta (~Rp2,54 T)
3. Tyson Fury (Tinju): US$146 juta
4. Dak Prescott (American Football): US$137 juta
5. Lionel Messi (Sepak Bola): US$135 juta (~Rp2,26 T)
6. LeBron James (Basket): US$133,8 juta
7. Juan Soto (Bisbol): US$114 juta
8. Karim Benzema (Sepak Bola): US$104 juta
9. Shohei Ohtani (Bisbol): US$102,5 juta
10. Kevin Durant (Basket): US$101,4 juta
Metode Perhitungan
Forbes melacak pendapatan para atlet ini dalam periode 12 bulan, tepatnya antara 1 Mei 2024 hingga 1 Mei 2025. Angka pendapatan di lapangan (gaji, bonus, hadiah) dan di luar lapangan (sponsor, penampilan, bisnis pribadi) digabung menjadi total pendapatan, sebelum dipotong pajak dan biaya agen.
Selebrasi para “kaya raya” ini sekaligus menunjukkan bagaimana industri olahraga telah menjadi magnet besar bagi investasi global. Kenaikan batas minimal untuk menembus 50 besar hingga US$53,6 juta menjadi bukti bahwa para atlet kian hari kaya mencemaskan [11†L5-L8].
