Leher Kaku dan Sakit Setelah Makan Daging Kurban? Belum Tentu Kolesterol, Ini Penyebab Sebenarnya

foto
Leher Kaku dan Sakit Setelah Makan Daging Kurban/ foto: Freepik
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Habis kalap makan sate kambing atau rendang sapi pas Iduladha, tiba-tiba leher bagian belakang rasanya kaku, tegang, alias sakit banget? Pasti refleks pertama yang muncul di pikiran adalah: “Waduh, kolesterol gue langsung naik nih!”

Kelewat panik, akhirnya langsung buru-buru cari obat penurun kolesterol atau minum herbal ini-itu. Tapi tahu enggak? Ternyata mitos leher kaku pasti karena kolesterol tinggi itu enggak sepenuhnya bener, lho. Secara medis, kolesterol tinggi itu sering dijuluki silent killer karena emang jarang banget menimbulkan gejala langsung yang instan kayak gitu.

Nah, biar enggak salah paham, yuk kita bahas apa aja sih biang kerok leher sakit usai makan daging kurban selain karena kolesterol!

Baca Juga:Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kurban? Ini Minuman dan Buah yang Wajib Langsung DikonsumsiXiaomi Resmi Luncurkan Smart Band 10 Pro dan Watch S5, Baterai Bisa Tahan 21 Hari

1. Lonjakan Tekanan Darah (Hipertensi)

Ini dia tersangka utama yang paling sering bikin leher kaku. Daging merah—apalagi kalau diolahnya pakai garam yang melimpah, santan kental, atau bumbu penyedap yang kuat—mengandung natrium yang tinggi.

Saat kamu makan berlebihan, kandungan ini bisa bikin tekanan darah langsung meroket alias hipertensi. Efek instan dari tekanan darah yang naik mendadak inilah yang bikin pembuluh darah di sekitar leher tegang dan rasanya nyut-nyutan.

2. Salah Posisi Duduk atau Rebahan (Faktor Otot)

Coba diingat-ingat lagi, gimana prosesi makan daging kurban kemarin? Mulai dari ikutan ngantre pembagian daging, duduk berjam-jam sambil ngiris daging di lantai, sampai begadang bakar sate sambil nunduk.

Belum lagi kebiasaan habis makan kenyang langsung rebahan dengan posisi bantal yang terlalu tinggi atau miring. Nah, otot leher yang dipaksa bekerja keras atau berada di posisi canggung dalam waktu lama inilah yang bikin leher kamu kaku dan sakit, murni karena masalah otot (muscle strain), bukan karena makanan yang masuk ke perut.

3. Gejala Asam Urat (Gout)

Selain kolesterol, daging merah (terutama jeroan kayak babat, parutan, atau hati) itu kaya banget akan zat purin. Kalau kamu makannya kalap, kadar asam urat di dalam darah bisa langsung melonjak.

Meskipun asam urat lebih sering menyerang sendi jempol kaki atau lutut, pada beberapa kasus, penumpukan kristal asam urat juga bisa memicu radang dan rasa kaku di area sendi sekitar leher dan bahu.

0 Komentar