RADARCIREBON.TV – Di usianya yang baru 17 tahun, Veda Ega Pratama harus menjalani dua kehidupan sekaligus. Di satu sisi, ia adalah pembalap muda Indonesia yang berlaga di ajang Moto3 World Championship 2026 bersama Honda Team Asia. Di sisi lain, ia masih harus menyelesaikan pendidikan formalnya sebagai siswa kelas 3 SMA. Lantas, bagaimana caranya menyeimbangkan jadwal balap yang padat di Eropa dengan kewajiban sekolah di Indonesia?
Veda mengungkapkan bahwa kunci untuk menjalani kedua dunia ini adalah dengan memanfaatkan sistem pembelajaran daring atau online. Selama beraktivitas di Eropa untuk balapan dan latihan, ia tidak bisa hadir secara fisik di sekolahnya di Indonesia. Oleh karena itu, ia menjalani sekolah secara online. Bahkan, ujian sekolah pun ia ikuti secara daring.
Sekolah di Indonesia dan Kelas Bahasa di Spanyol
Veda, yang merupakan putra dari mantan pembalap nasional Sudarmono, tercatat sebagai siswa di SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan (IP) Yogyakarta. Sekolah yang berbasis Tamansiswa ini memberikan dukungan penuh terhadap karier balap Veda dengan menerapkan skema pembelajaran yang fleksibel.
Baca Juga:Veda Ega Incar Tuah Sirkuit Asia di Sisa Musim Moto3 2026, Siap Tampil Lebih KonsistenVeda Ega Mantap Messi, Mario Aji Pilih Odegaard dan Mbappe di Piala Dunia 2026
Selain sekolah formal di Indonesia, Veda juga mengikuti kelas bahasa di Spanyol, yang menjadi salah satu basisnya di Eropa. “Kalau sekolah, saya di Spanyol ada sekolah bahasa. Biasanya saya setiap minggu satu kali berangkat di hari Senin,” ujar Veda.
Menyeimbangkan Tugas Sekolah dan Balapan
Jadwal Veda yang padat mengharuskannya pandai membagi waktu. Ia mengerjakan tugas-tugas dari sekolah di Indonesia di sela-sela jadwal balap dan latihannya. “Pasti sekolah ngasih saya tugas, tapi saya kerjainnya online dan saya ngerjainnya pasti pas saya nggak balap, kayak pas hari-hari free,” jelas Veda.
Kemampuannya menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sekolahnya, SMA Taman Madya IP, bahkan mengusulkan Veda dalam kategori siswa berprestasi, yang membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Siswa Berprestasi Internasional dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Kisah Veda Ega Pratama menjadi bukti bahwa dengan tekad dan manajemen waktu yang baik, seorang atlet muda tetap bisa mengejar mimpi di kancah internasional tanpa harus mengorbankan pendidikan.
