RADARCIREBON.TV – Liburan musim panas para pembalap MotoGP terbilang singkat bagi Veda Ega Pratama. Setelah berhasil mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix, pebalap asal Gunungkidul itu hanya punya waktu sehari untuk menikmati kampung halaman di Yogyakarta. Kini, ia sudah kembali memacu adrenalinnya di Sirkuit Mandalika, Lombok, sebagai bagian dari persiapan menuju paruh kedua musim balap 2026.
Veda Ega Pratama dan rekannya, Mario Suryo Aji, kembali ke Tanah Air setelah menjalani kompetisi di Eropa. Kepulangan mereka menjadi bagian dari rangkaian Homecoming Tour Local Heroes Indonesia yang digelar oleh ITDC bersama MGPA dan Pertamina. Setelah menyapa penggemar di Jakarta dan Bali, keduanya melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk bertemu masyarakat sekaligus meminta dukungan jelang tampil di hadapan publik sendiri di Mandalika. Bagi Veda Ega Pratama, kepulangan ke Yogyakarta memiliki makna tersendiri. Pembalap asal Gunungkidul itu mengaku mendapat tambahan motivasi setelah kembali bertemu masyarakat di kampung halamannya.
“Selalu ada rasa bangga setiap kali kembali ke Yogyakarta. Dukungan dari masyarakat di kampung halaman tentu menjadi motivasi yang sangat besar bagi saya. Saya berharap masyarakat juga datang ke Mandalika untuk memberikan dukungan kepada saya, Mas Mario, dan seluruh pembalap Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga:Pulang Kampung, Veda Ega dan Mario Aji Disambut Hangat di YogyakartaVeda Ega Pratama: Sekolah Online di Tengah Padatnya Jadwal Balap Moto3
Veda dan Mario disambut hangat oleh ratusan penggemar dalam kegiatan Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta pada Minggu (19/7) sore. Dalam acara itu, Veda mengungkapkan bahwa dirinya dan Mario tak bisa berlama-lama di Yogyakarta karena harus melakoni latihan di Mandalika pada Senin (20/7). Namun, di sela-sela kesibukannya, Veda masih sempat mencoba mengobati rasa kangennya dengan berburu kuliner di Yogyakarta.
“Pastinya senang banget, kangen suasananya Jogja dan tentunya makanan-makanannya dan di sini ada keluarga dan ini disambut ramai, jadi senang banget, istimewa,” ujarnya. “Tadi udah sempat makan bakmi godhog [rebus], sate klathak belum. Tapi walang [belalang] goreng sudah bawa,” tambahnya.
