3. Waktu terbang hingga 39 menit dan fitur keamanan lengkap
Antigravity A1 menawarkan waktu terbang hingga 24 menit dengan baterai standar dan bisa tembus sekitar 39 menit dengan baterai berkapasitas besar dalam kondisi ideal. Dalam sekali isi penuh, jarak terbang yang bisa ditempuh mencapai sekitar 13 km dengan baterai standar atau hingga 23 km dengan baterai besar. Drone ini mampu melaju sampai kecepatan 16 m/s atau sekitar 57,6 km/jam, dengan kecepatan naik dan turun maksimal 8 m/s.
Ketahanan anginnya diklaim sampai 10,7 m/s (Level 5), sehingga masih cukup stabil untuk dipakai di kondisi outdoor yang anginnya lumayan kencang. Untuk keamanan, A1 sudah dilengkapi dengan GPS, Galileo, dan BeiDou, plus fitur Return To Home (RTH) dan hovering presisi tinggi agar drone bisa pulang otomatis saat sinyal atau baterai bermasalah. Ada juga sensor depan, sensor bawah, dan sensor inframerah bawah yang mampu mendeteksi objek sampai jarak 18 meter di depan drone, lengkap dengan fitur Payload Detection yang bisa mendarat otomatis kalau mendeteksi beban tambahan.
4. Kontrol berbasis gerakan dengan goggles FPV yang imersif
Berbeda dengan banyak drone konsumen lain, Antigravity A1 tidak menggunakan remote stik tradisional sebagai kontrol utama. Di paket penjualannya, kamu akan menemukan Vision Goggles dengan panel OLED dan Grip Motion Controller yang memungkinkan pengendalian berbasis gerakan tangan. Cara pakainya cukup intuitif, kamu tinggal mengarahkan tangan ke arah yang ingin dituju, sementara head tracking di goggles bikin sudut pandang kamera mengikuti gerakan kepala.
Baca Juga:Vivo V70 Lite 5G Debut, Usung Dimensity 7400 Turbo dan Baterai 6500 mAh + 90WLawan Timnas Indonesia di Semifinal Piala AFF U19 2026: Apakah Australia, Malaysia atau Thailand?
Sistem ini dirancang agar pengguna pemula sekalipun bisa cepat beradaptasi tanpa harus belajar kombinasi stik seperti di drone FPV konvensional. Untuk transmisi video, A1 mengandalkan sistem OmniLink 360 dengan live view 2K 30 fps, latensi sekitar 150 ms, dan bitrate hingga 30 Mbps. Jarak transmisi video diklaim bisa mencapai 10 km di mode FCC atau sekitar 6 km di mode CE, cukup lega untuk kebanyakan kebutuhan hobi maupun semi-profesional.
5. Siap untuk Gaussian Splatting dan dokumentasi 3D tingkat lanjut
Salah satu keunggulan terbesar Antigravity A1 adalah integrasinya dengan workflow Gaussian Splatting (3DGS) berbasis cloud untuk rekonstruksi 3D. Dengan kamera 360 derajat dan field of view yang menyeluruh, drone ini bisa mengumpulkan data spasial lebih efisien. Data rekaman 360 akan diproses di cloud menjadi model 3D berkualitas tinggi. Melalui press release-nya, Antigravity mengklaim pendekatan ini mampu menurunkan total cost hingga 87 persen dibandingkan dengan solusi rekonstruksi 3D konvensional seperti DJI Terra. Kemampuan tersebut sudah dibuktikan lewat Project ETERNAL di Candi Borobudur, di mana A1 dipakai untuk dokumentasi digital situs warisan dunia UNESCO.
