Bikin Salah Fokus! Kenapa Hampir Semua Pemain di Piala Dunia 2026 Pakai Sepatu Pink? Ini Alasannya!

Foto
Pemain Meksiko di laga pembuka Piala Dunia 2026 (AFP)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Babak awal Piala Dunia 2026 langsung menyuguhkan pemandangan unik yang bikin salah fokus. Kalau biasanya mata kita dimanjakan oleh hijaunya rumput lapangan atau jajaran jersey ikonik dari berbagai negara, kali ini ada satu warna mencolok yang mendominasi pandangan dari bawah: warna pink terang!

Fenomena unik ini terlihat jelas sejak laga pembuka Grup A antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Jumat (12/06/2026) dini hari WIB. Lapangan hijau mendadak dipenuhi kilatan warna pink dari sepatu para pemain.

Pemandangan serupa kembali terulang di laga Korea Selatan versus Republik Ceska di Guadalajara Stadium pada Jumat pagi WIB.

Baca Juga:Harga BBM Terus Naik, Lebih Untung Beli Mobil Hybrid atau Mobil Listrik?Telegram Resmi Hadir Lagi di Apple Watch, Kini Bisa Chat dan Balas Pesan Tanpa iPhone

Tak cuma para pemain di lapangan, bahkan anak-anak yang menjadi pendamping pemain (player escort) saat masuk ke lapangan pun ikut-ikutan memakai sepatu bernuansa merah muda ini.

Pertanyaannya, kenapa warna pink tiba-tiba jadi “seragam massal” di turnamen sepak bola paling bergengsi di bumi ini?

Dari Hitam Klasik ke Invasi “Electric Fuchsia”

Jika ditarik mundur ke beberapa dekade lalu, sepatu bola itu membosankan. Pilihannya kalau bukan hitam, ya putih. Namun, dalam 25 tahun terakhir, produsen mulai berani bereksperimen dengan warna-warna stabilo demi mencuri perhatian penonton.

Nah, di Piala Dunia 2026 ini, situasinya seperti berputar kembali ke masa lalu—di mana semua pemain memakai warna yang seragam—tapi kali ini versinya jauh lebih mentereng.

Biang kerok dari fenomena ini sebenarnya sederhana: tiga raksasa apparel olahraga dunia, yaitu Nike, Adidas, dan Puma, kompak merilis koleksi sepatu edisi khusus Piala Dunia dengan tema warna yang mirip menjelang turnamen dimulai.

Usut punya usut, tren ini bukan kebetulan semata. Lembaga peramal tren global, WGSN, rupanya sudah memprediksi sejak tahun 2024 bahwa warna “Electric Fuchsia”—perpaduan neon antara pink dan ungu—bakal menjadi warna paling populer di musim panas 2026.

Meski ketiga brand besar tersebut tidak blak-blakan mengaku menyontek prediksi itu, kemunculan produk mereka yang super mirip di waktu yang sama jelas bukan sekadar kebetulan biasa.

0 Komentar