Untuk menjamin transparansi dalam proses pemetaan calon murid baru, SMAN 3 Cirebon menerapkan sistem verifikasi terbuka. Orang tua dan calon murid dapat menyaksikan langsung seluruh proses pemeriksaan berkas hingga penentuan titik koordinat domisili.
Untuk menjamin transparansi dalam proses pemetaan calon murid baru (PCMB), SMAN 3 Cirebon menerapkan sistem verifikasi terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh calon murid maupun orang tua.
Hingga Kamis siang, 11 Juni 2026, jumlah pendaftar yang telah terverifikasi mencapai 754 orang dari kuota 396 siswa yang terbagi dalam 11 rombel. Di ruang layanan verifikasi, sekolah menyiapkan delapan operator yang bertugas memeriksa dokumen dan data pendaftar.
Baca Juga:Server SPMB Kerap Gangguan Dan Sempat Alami Perubahan – VideoWanita 50 Tahun Ditemukan Tewas Di Dalam Rumah – Video
Menariknya, terdapat dua pasang monitor komputer di meja pelayanan yang dipasang menghadap operator sekaligus calon murid dan orang tua, sehingga seluruh proses dapat dipantau secara langsung.
Ketua SPMB SMAN 3 Cirebon mengatakan sistem ini sengaja diterapkan untuk menjaga transparansi dan menghindari kesalahpahaman dalam proses seleksi. Dalam proses verifikasi, seluruh data termasuk titik koordinat domisili ditampilkan secara terbuka.
Untuk memperkuat akuntabilitas, sekolah juga membuat berita acara yang ditandatangani bersama, sebagai bukti bahwa titik koordinat yang digunakan telah diketahui dan disetujui oleh orang tua maupun calon murid.
Melalui sistem verifikasi terbuka ini, SMAN 3 Cirebon berharap seluruh proses dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, serta memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai mekanisme seleksi yang diterapkan sekolah.