RADARCIREBON.TV – Gejolak harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah kini mulai terasa langsung di dompet warga Cirebon dan Majalengka. Dampaknya? Harga BBM nonsubsidi resmi naik per 10 Juni 2026, dan efek domino pun merambat ke berbagai sektor kehidupan.
Kenaikan ini bukan sekadar angka di papan SPBU. Bagi masyarakat Ciayumajakuning, ini berarti ongkos transportasi membengkak, harga pangan ikut terdongkrak, hingga para pedagang kecil di Cirebon harus merelakan gorengan mereka “menipis” untuk bertahan. Berikut rincian dampaknya.
Harga BBM Naik Berapa? Ini Rincian Terbaru
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi resmi berlaku mulai 10 Juni 2026. Berdasarkan data terbaru, berikut perubahannya :
Baca Juga:Harga Pertamax Hari Ini 20 Juni 2026 Naik Lagi, Ini Daftar Lengkap Harga BBM TerbaruDistribusi Minyak Kita Subsidi di Pasar Pasalaran Terlambat – Video
Pertamax (RON 92): Naik drastis Rp3.950, dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Pertamax Green (RON 95): Naik Rp4.100, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kabar baiknya, pemerintah memastikan BBM subsidi seperti Pertalite (tetap Rp10.000/liter) dan Biosolar (tetap Rp6.800/liter) tidak ikut naik . Namun, bagi masyarakat yang biasa menggunakan Pertamax, lonjakan ini jelas menambah beban pengeluaran.
Dampak ke Warga Cirebon & Majalengka: Dari Gorengan Tipis hingga Anggaran Dishub Jebol
1. Harga Pangan Ikut Naik, Pedagang Gorengan “Menjerit”
Salah satu dampak paling terasa adalah kenaikan harga bahan pokok. Distribusi barang yang mengandalkan BBM otomatis ikut membengkak biayanya, sehingga harga di tingkat konsumen naik. Di Cirebon, para pedagang gorengan mulai merasakan pukulan telak.
Harga terigu, minyak goreng, dan garam terus merangkak naik dalam sebulan terakhir. Alhasil, para pedagang di Cirebon terpaksa mengecilkan ukuran gorengan mereka agar harga jual tetap bisa bertahan tanpa kehilangan pelanggan .
2. Mahasiswa Perantauan di Cirebon Tertekan
Bagi mahasiswa perantauan di Cirebon, kenaikan ini menjadi mimpi buruk. Biaya transportasi naik, harga makanan di sekitar kampus ikut melonjak karena biaya distribusi meningkat, sementara uang saku dari orang tua tetap .
Baca Juga:HT! Hasil Babak Pertama Austria vs Yordania: Gol Romano Schmid Bawa Die Burschen Unggul 1-0Live Score Gol Romano Schmid Bawa Austria Unggul 1-0 atas Yordania di Babak Pertama
Untuk bertahan, banyak dari mereka yang mulai mengurangi frekuensi makan di luar, menghemat penggunaan kendaraan, bahkan menunda pembelian kebutuhan akademik . Mereka adalah kelompok paling rentan karena belum punya penghasilan tetap tetapi harus hidup mandiri.
