Harga Pertamax di Cirebon Hari Ini Rp17.000 per Liter, BBM Nonsubsidi Alami Kenaikan Signifikan

SPBU Pertamina
SPBU Pertamina foto : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar terbaru bagi para pengguna kendaraan bermotor di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) saat ini dibanderol sebesar Rp17.000 per liter untuk pembelian di Pertashop, sementara di SPBU reguler wilayah Jawa Barat dijual Rp16.250 per liter. Kebijakan harga ini merupakan hasil penyesuaian yang diberlakukan Pertamina secara resmi mulai Rabu, 10 Juni 2026 lalu. Kenaikan harga ini cukup signifikan mengingat sebelumnya Pertamax dijual di angka Rp12.300 per liter. Lantas, bagaimana rincian harga BBM nonsubsidi lainnya dan apa saja faktor yang mempengaruhi kebijakan ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Rincian Harga BBM Nonsubsidi Pertamina di Wilayah Jawa

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi Pertamina, berikut daftar lengkap harga BBM nonsubsidi yang berlaku per 17 Juni 2026 untuk wilayah Jawa, termasuk Cirebon dan sekitarnya:

Pertalite (RON 90) dibanderol Rp10.000 per liter. Biosolar Subsidi (CN 48) dijual Rp6.800 per liter. Pertamax (RON 92) di SPBU reguler dibanderol Rp16.250 per liter, sementara di Pertashop dijual Rp16.150 per liter. Pertamax Green 95 (RON 95) dijual Rp17.000 per liter. Pertamax Turbo (RON 98) dibanderol Rp20.750 per liter. Untuk varian diesel, Dexlite (CN 51) dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) dibanderol Rp24.800 per liter.

Baca Juga:Motor Listrik vs Motor Bensin: Mana Lebih Hemat? Ini Rincian Biaya OperasionalnyaHarga BBM Pertamina Terbaru 11 Juni 2026: Pertalite Rp10.000, Pertamax Turbo Rp19.900

Khusus untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya yang masuk dalam kategori Jawa Barat, harga Pertamax di SPBU mengacu pada ketetapan regional sebesar Rp16.250 per liter. Namun, untuk pembelian di Pertashop, harga Pertamax dibanderol lebih murah Rp100 per liter, yaitu Rp16.150. Sementara itu, Pertamax Green 95 di seluruh wilayah Jawa dibanderol seragam Rp17.000 per liter.

Faktor Kenaikan: Harga Minyak Dunia dan Biaya Distribusi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini tidak terjadi tanpa alasan. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Penetapan harga tersebut mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia yang terus bergerak fluktuatif serta kondisi pasar global.

Roberth menyampaikan bahwa harga jual BBM nonsubsidi diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan memastikan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal.

0 Komentar