Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp18.000, Buyback Turun Lebih Dalam

Emas Antam Batangan
foto;Google Logam mulia
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp18.000 per gram menjadi Rp2.655.000 per gram dari sebelumnya Rp2.673.000 per gram.

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami koreksi lebih dalam. Nilai buyback turun Rp36.000 menjadi Rp2.372.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan yang digunakan Antam saat membeli kembali emas dari masyarakat.

Penurunan harga emas domestik terjadi seiring melemahnya harga emas dunia yang tertekan oleh sentimen kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Investor mulai mengurangi kepemilikan aset safe haven setelah muncul ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS atau Federal Reserve.

Baca Juga:Harga Emas Galeri24 Hari Ini 23 Juni 2026: Turun Tipis, Simak Daftar LengkapnyaHarga Emas UBS Hari Ini 23 Juni 2026: Berbagai Kadar Mulai 24 Karat hingga 8 Karat

Sebelumnya, emas Antam sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Januari 2026 dengan harga mencapai Rp3.168.000 per gram. Namun dalam beberapa bulan terakhir, harga emas bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan ekonomi global dan kondisi geopolitik internasional.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

  • 0,5 gram: Rp1.377.500
  • 1 gram: Rp2.655.000
  • 2 gram: Rp5.260.000
  • 3 gram: Rp7.872.000
  • 5 gram: Rp13.090.000
  • 10 gram: Rp26.100.000
  • 25 gram: Rp65.085.000
  • 50 gram: Rp130.005.000
  • 100 gram: Rp259.860.000
  • 250 gram: Rp649.340.000
  • 500 gram: Rp1.298.400.000
  • 1.000 gram: Rp2.595.600.000

Harga Emas Dunia Ikut Tertekan

Di pasar global, harga emas berjangka turun sekitar 1,3 persen ke level US$4.149,40 per ounce. Sementara harga perak mengalami koreksi lebih tajam hingga lebih dari 5 persen.

Tekanan terhadap logam mulia dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan di Amerika Serikat. Kondisi ini membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik dibanding instrumen berbunga.

Sejumlah lembaga keuangan internasional juga mulai merevisi proyeksi harga emas untuk beberapa bulan ke depan. Meski demikian, emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai yang diminati saat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat.

Pelaku pasar saat ini juga mencermati perkembangan kebijakan moneter global serta pergerakan nilai tukar dolar AS. Faktor-faktor tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek maupun menengah, termasuk di pasar domestik Indonesia.

0 Komentar