Skema Baru Grab-Gojek Mulai Juli 2026, Pengemudi Minta Perhitungan Transparan

Sejumlah driver ojek online mengaku sudah mengetahui adanya perubahan skema komisi.
src-img : pexels
0 Komentar

Tak Semua Driver Mempermasalahkan Potongan 8 Persen

Menariknya, tidak semua pengemudi menjadikan besaran potongan aplikasi sebagai fokus utama. Beberapa driver yang ditemui justru mengaku akan tetap bekerja seperti biasa, terlepas dari berapa persen potongan yang diterapkan.

Menurut mereka, yang paling penting adalah ketersediaan pesanan dan kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara konsisten setiap hari.

Prioritas Utama Adalah Orderan Lancar

Sebagian pengemudi menilai kelancaran order jauh lebih penting dibandingkan perubahan persentase komisi.

Baca Juga:Grab Kembangkan Layanan ke Segmen Korporasi Lewat Scale SmarterGojek Pangkas Komisi Jadi 8 Persen, Driver Kini Terima 92 Persen Pendapatan

Mereka berharap jumlah pesanan tetap stabil atau bahkan meningkat setelah kebijakan baru diterapkan. Dengan begitu, pendapatan harian yang diperoleh juga bisa bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain itu, ada pula pengemudi yang berharap performa akun dan peluang mendapatkan order semakin baik setelah kebijakan baru berlaku.

Grab dan Gojek Resmi Terapkan Skema 92:8

Sebelumnya, Grab Indonesia dan Gojek mengumumkan penerapan skema bagi hasil baru dalam pertemuan di DPR RI bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa, 23 Juni 2026.

Kebijakan tersebut menetapkan bahwa mitra pengemudi akan menerima 92 persen dari pendapatan layanan transportasi roda dua, sementara perusahaan aplikasi memperoleh 8 persen.

Berlaku Mulai 1 Juli 2026 untuk Layanan Roda Dua

Grab Indonesia memastikan kebijakan ini akan diterapkan untuk layanan GrabBike mulai 1 Juli 2026.

Sementara itu, Gojek juga mengumumkan penerapan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk layanan GoRide pada tanggal yang sama.

Kedua perusahaan menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online yang selama ini menjadi tulang punggung layanan transportasi digital di Indonesia.

0 Komentar