Luhut Akui Program MBG di Daerah 3T Banyak Masalah, Anggaran Mengalir Tapi Pelaksanaan Gagal

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan foto : @luhut.pandjaitan
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah persoalan serius dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pengakuan ini disampaikan Luhut berdasarkan hasil pertemuannya dengan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Trenggono. Ia menyebut pelaksanaan MBG di daerah 3T banyak yang tidak berjalan dengan baik, padahal anggaran untuk program tersebut telah digelontorkan. Luhut menilai kegagalan ini terjadi karena proses perencanaan yang tidak matang dan pelaksanaan yang terburu-buru.

Masalah di Daerah 3T dan Anggaran yang Mengalir Percuma

Dalam seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026), Luhut mengungkapkan kekesalannya. Ia menyebutkan bahwa banyak program MBG di wilayah 3T yang tidak berjalan sesuai rencana, sementara uang negara sudah terlanjur dikeluarkan.

“Karena ini sudah kejadian, nggak bisa dipotong begitu aja, karena tadi apa, karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang nggak benar, padahal sudah keluar uangnya. Jadi bagaimana ini, ya kalau mau diributin kan repot. Jadi, kita harus selalu berpikir cari solusi yang terbaik untuk republik,” ungkap Luhut.

Baca Juga:Harga Emas UBS Hari Ini 26 Juni 2026: Stagnan, Cek Daftar LengkapnyaHarga Emas Galeri24 Hari Ini 26 Juni 2026: Stagnan, Cek Daftar Lengkap Sebelum Investasi

Menurut Luhut, pemerintah saat ini terpaksa memperbaiki berbagai persoalan yang sebenarnya dapat dihindari apabila perencanaan dilakukan secara lebih matang sejak awal. Luhut menegaskan bahwa program MBG idealnya dimulai dari daerah 3T, bukan malah gagal di sana.

“Tim Makan Bergizi juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan masukan-masukan, terpaksa memperbaiki yang sebenarnya enggak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari nol, daerah 3T misalnya,” sebut Luhut.

Luhut Kritik Perencanaan yang Terburu-buru

Luhut juga menilai pelaksanaan program besar pemerintah seharusnya diawali dengan studi dan perencanaan yang lebih baik. Hal ini bertujuan agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak awal.

“Jadi, kita habis waktu bertengkar sesama kita yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya dilakukan dengan proper. Jadi, masalah kita adalah ide-ide besar presiden, tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah,” tuturnya.

0 Komentar