Di tengah berjalannya program Makan Bergizi Gratis atau MBG, sejumlah pedagang Pasar Sumber menyampaikan harapan agar kebutuhan bahan pangan program tersebut lebih banyak diserap dari pasar tradisional. Pedagang menilai pola belanja langsung ke produsen dapat melemahkan perdagangan di pasar kecil.
Pedagang Pasar Sumber, Rina, mengaku pihak penyelenggara MBG kerap datang ke pasar untuk menanyakan harga berbagai komoditas. Namun menurutnya, informasi tersebut sering digunakan sebagai bahan perbandingan dengan harga dari supplier maupun petani secara langsung.
Kondisi tersebut dinilai membuat pedagang pasar tradisional tidak banyak mendapat manfaat dari besarnya kebutuhan bahan pangan program MBG. Padahal apabila pembelian dilakukan di pasar-pasar kecil, maka perputaran ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak pedagang.
Baca Juga:RSUD Waled Kelola Parkir Secara Profesional Dan Sesuai Perda – VideoWakil Ketua DPRD Kab. Cirebon Minta Maaf Usai Komentar Di Medsos Viral – Video
Rina menyebut, apabila kebutuhan MBG dibelanjakan melalui pasar tradisional, hampir seluruh pedagang akan memperoleh manfaat dari program tersebut.
Menurut pedagang, program MBG memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi pasar rakyat apabila mekanisme pengadaan bahan pangan melibatkan lebih banyak pelaku usaha kecil. Terlebih, kebutuhan bahan pangan yang diperlukan setiap hari tergolong besar dan berkelanjutan.
Pedagang juga menilai keterlibatan pasar tradisional dapat memberikan dampak berantai bagi perekonomian lokal, mulai dari pedagang eceran, distributor kecil, hingga tenaga angkut yang selama ini menggantungkan pendapatannya dari aktivitas pasar.
Meski menyampaikan kritik terhadap pola pengadaan bahan pangan, Rina tetap mendukung program MBG. Ia berharap ke depan pasar tradisional dapat dilibatkan lebih besar agar manfaat program turut dirasakan oleh pelaku usaha kecil.