RADARCIREBON.TV – Nasabah yang ingin menempatkan dana di deposito perlu cermat memilih bank dengan bunga tertinggi. Tiga bank BUMN, yaitu BRI, BNI, dan Mandiri, memiliki kebijakan suku bunga yang berbeda untuk setiap tenor .
Bank Indonesia sendiri telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 untuk memperkuat stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global . Hal ini membuat imbal hasil deposito perbankan ikut terdongkrak.
Berdasarkan data terbaru per 29 Juni 2026, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan imbal hasil paling menarik pada jangka pendek. Nasabah bisa mendapatkan bunga 3,25% hingga 3,35% untuk tenor 1 bulan, dan bunga tertinggi 3,50% untuk tenor 3 bulan . Untuk tenor 6 hingga 36 bulan, BRI mematok bunga 3,00% secara konsisten. Deposito BRI dapat dibuka mulai Rp1 juta melalui layanan digital atau Rp10 juta di cabang .
Baca Juga:Harga Bitcoin dan Ethereum 29 Juni 2026: Kripto Masih TertekanHarga Emas Antam 29 Juni 2026 Turun Rp15.000
BNI menawarkan suku bunga deposito dengan setoran awal minimal Rp5 juta . Untuk tenor 1 bulan, BNI memberikan bunga 2,25%, sedangkan tenor 3 bulan sebesar 2,50%. BNI memberikan imbal hasil tertinggi 2,75% pada tenor 6 bulan, dan untuk tenor 12 dan 24 bulan, bunganya kembali ke level 2,50% .
Bank Mandiri, dengan setoran awal mulai Rp1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta di cabang, menawarkan bunga 2,25% untuk tenor 1 dan 3 bulan, dan 2,50% untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan .
Suku bunga deposito ketiga bank ini tergolong aman karena dana nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS mempertahankan tingkat bunga penjaminan sebesar 3,50% untuk simpanan rupiah di bank umum hingga 30 September 2026 . Bunga penjaminan ini menjadi batas maksimal bunga yang dijamin LPS. BRI menjadi bank dengan bunga deposito tertinggi di antara tiga bank BUMN tersebut, terutama untuk tenor 3 bulan yang mencapai 3,50% . Kondisi ini menjadikan BRI sebagai pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin memperoleh imbal hasil lebih besar tanpa harus mengambil risiko tinggi seperti investasi saham atau aset kripto .
