Jamban Tujuh Kedungsari Resmi Jadi Wisata Budaya Desa – Video

Jamban Tujuh Kedungsari Resmi Jadi Wisata Budaya Desa
0 Komentar

Upaya melestarikan warisan budaya lokal terus dilakukan di Desa Kedungsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Salah satunya melalui peresmian Wisata Budaya Jamban Tujuh yang diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah, pelestarian tradisi, sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat dan pengunjung.

Tradisi yang sempat ditinggalkan tersebut kini kembali dihidupkan di Desa Kedungsari. Pemerintah desa bersama Komunitas Pecinta Sungai Cai Mulang Jaya meresmikan Wisata Budaya Jamban Tujuh dengan membuka gapura utama sebagai pintu masuk kawasan secara simbolis.

Destinasi Wisata Budaya Jamban Tujuh ini berawal dari inisiatif kelompok tani dan Komunitas Pecinta Sungai Cai Mulang Jaya untuk melestarikan kebudayaan desa. Dahulu, tujuh jamban di bantaran Sungai Sindupraja menjadi tempat warga mandi, membersihkan diri, dan berinteraksi sosial, namun tradisi itu perlahan mulai ditinggalkan seiring perkembangan zaman.

Baca Juga:Prof. Rokhmin Dahuri Lepas Touring Ideologi Kader Kota Cirebon – VideoRitual Bubur Suro Situs Buyut Sampang – Video

Melalui proses revitalisasi, kawasan ini diharapkan kembali menjadi tempat pelestarian budaya sekaligus wahana wisata edukasi. Kepala Desa Kedungsari, Eka Rasmika, mengatakan bahwa pembangunan gapura merupakan langkah awal dari penataan kawasan wisata budaya berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Komunitas Pecinta Sungai Cai Mulang, Karnadi, menambahkan bahwa pelestarian Jamban Tujuh ini bertujuan penuh untuk menjaga identitas budaya Desa Kedungsari. Ia berharap kawasan tersebut bisa menjadi ruang edukasi budaya yang interaktif sekaligus ikon wisata yang mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Selain menyuguhkan wisata budaya, kawasan Cai Mulang juga menawarkan konsep agrowisata. Pengunjung dapat melihat langsung budi daya sayuran dan buah hidroponik, tata kelola kolam ikan air tawar, taman bunga, serta berbagai hasil pertanian ramah lingkungan yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

0 Komentar