Tradisi Rebo Wekasan, atau hari Rabu terakhir, di bulan Safar, dilestarikan di lingkungan keraton di Cirebon. Tradisi yang di isi kegiatan seperti doa tolak bala, sholat sunah, bersedekah, dan makan bersama apem, untuk memohon perlindungan kepada Sang Pencipta dari berbagai musibah.
Tawurji, atau bersedekah dengan melakukan penaburan atau melempar uang, untuk masyarakat, menjadi rangkaian tradisi Rebo Wekasan, atau Rabu terakhir di bulan Safar, untuk mengajak masyarakat bersedekah dan berbagi.
Tradisi ini masih dilestarikan di lingkungan keraton dan peguron di Kota Cirebon, seperti di Kaprabonan, Tawurji di sambut antusias masyarakat dari berbagai daerah, kemudian dilanjutkan sholat dan doa tolak bala, untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Atas diturunkannya musibah, sehingga berharap keselamatan dan terhindar dari musibah.
Baca Juga:Pasokan Terbatas, Omzet Pedagang Sayur Di Pasar Bangkir Turun – VideoKab Cirebon Siapkan Tenaga Kerja Lokal Hadapi Investasi – Video
Selain Tawurji dan doa sholat tolak bala, tradisi makan apem dengan kinca bersama, menjadi bagian dari bersedekah. Yang memiliki makna memohon ampunan kepada Allah, dan kinca yang rasanya manis, sebagai simbol harapan agar kehidupan bisa berjalan dengan baik, berkah dan manis menjaga kerukunan persaudaraan.
Diharapkan, melalui rangkaian tradisi Rebo Wekasan, masyarakat bisa menjaga nilai nilai ibadah. Memperkuat keimanan, tali silaturahmi dan berbagi kepada sesama melalui bersedekah.