Langkah 2: Cek Harga Hari Ini. Seperti yang telah dibahas, Antam memperbarui harga setiap hari. Kunjungi situs resmi Antam atau dealer resmi untuk mendapatkan harga eceran terkini. Bandingkan harga antardealer, karena sebagian mungkin mengenakan biaya tambahan untuk pengiriman atau penanganan.
Langkah 3: Verifikasi Keaslian. Saat membeli dari dealer, pastikan batangan emas dilengkapi sertifikat dan masih dalam kemasan asli. Ciri khas Antam dan nomor seri harus terlihat jelas. Jika membeli daring, gunakan platform terpercaya yang bermitra resmi dengan Antam.
Langkah 4: Simpan dengan Aman. Emas fisik membutuhkan tempat penyimpanan yang aman. Banyak investor memilih safe deposit box di bank, atau brankas rumah. Antam juga menawarkan jasa penyimpanan untuk kepemilikan besar, meskipun ada biaya tambahan.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini 3 Juli 2026 di Cirebon: Naik Jadi Rp2,746 Juta per Gram di PegadaianHarga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Juni 2026: Kisaran Rp1.470.000 hingga Rp2.346.000 per Gram, Cek Lengkapnya!
Aspek Perpajakan Investasi Emas Antam
Pajak adalah bagian tak terhindarkan dari setiap investasi, dan emas tidak terkecuali. Di Indonesia, perlakuan pajak atas emas tergantung pada apakah emas diklasifikasikan sebagai komoditas atau benda koleksi. Untuk investor perorangan, emas umumnya dianggap komoditas, dan keuntungan dari penjualannya dikenakan pajak penghasilan sesuai tarif marginal. Namun, program buyback Antam menyederhanakan proses karena perusahaan menghitung dan memotong pajak di sumber, sehingga memudahkan penjual.
Perlu juga dicatat bahwa emas yang dibeli dalam bentuk perhiasan mungkin memiliki aturan pajak berbeda, terutama jika tergolong barang mewah. Selalu konsultasikan dengan konsultan pajak untuk memahami kewajiban spesifik Anda, mengingat peraturan perpajakan dapat berubah.
Pandangan Para Ahli tentang Masa Depan Harga Emas
Untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif, kami merangkum pendapat sejumlah analis dan ekonom terkemuka. Konsensus umum adalah optimisme hati-hati terhadap prospek emas untuk sisa tahun 2026 dan seterusnya.
Dr. Maria Santosa, analis komoditas di lembaga riset terkemuka di Jakarta, menyatakan “lingkungan makro ekonomi masih mendukung emas. Dengan dolar AS yang menunjukkan tanda-tanda puncak dan bank sentral di seluruh dunia terus mendiversifikasi cadangan, permintaan emas kemungkinan tidak akan surut.” Ia juga menyoroti pertumbuhan kelas menengah di Asia Tenggara sebagai pendorong struktural permintaan emas, karena semakin banyak rumah tangga yang ingin menjaga kekayaan dalam aset nyata.
