Sementara itu, James Prawiro, perencana keuangan yang fokus pada logam mulia, menekankan pentingnya rata-rata biaya dolar (dollar-cost averaging) bagi investor emas. “Alih-alih mencoba timing pasar yang sangat sulit bahkan bagi profesional, investor sebaiknya melakukan pembelian rutin dalam jumlah kecil. Strategi ini meratakan volatilitas harga dan mengurangi risiko membeli di puncak.”
Di sisi lain, beberapa analis memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi yang tajam dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman, memicu koreksi harga. Namun, mengingat ketidakpastian global saat ini, sebagian besar ahli sepakat bahwa emas harus menjadi komponen inti portofolio yang terdiversifikasi, dengan alokasi 5–15% tergantung profil risiko masing-masing.
Mitos dan Kesalahpahaman tentang Investasi Emas
Meski emas telah diperdagangkan sejak ribuan tahun lalu, masih banyak mitos yang beredar. Mari kita luruskan beberapa di antaranya.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini 3 Juli 2026 di Cirebon: Naik Jadi Rp2,746 Juta per Gram di PegadaianHarga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Juni 2026: Kisaran Rp1.470.000 hingga Rp2.346.000 per Gram, Cek Lengkapnya!
Mitos 1: Harga Emas Selalu Naik. Emas memang menunjukkan kenaikan jangka panjang, tetapi tidak luput dari volatilitas jangka pendek. Harga bisa turun drastis, seperti yang terjadi pada krisis 2013. Investor tidak boleh menganggap emas sebagai skema cepat kaya, melainkan sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Mitos 2: Emas Fisik Tidak Aman. Dengan penyimpanan dan asuransi yang tepat, emas fisik adalah salah satu aset teraman. Tidak seperti aset digital, emas tidak bisa diretas. Kuncinya adalah mengambil tindakan pencegahan yang wajar.
Mitos 3: Emas Tidak Memiliki Kegunaan Praktis. Selain perhiasan dan investasi, emas digunakan secara luas dalam elektronik, kedirgantaraan, dan perangkat medis. Sifat uniknya membuatnya sangat diperlukan dalam teknologi modern, memastikan permintaan dasar tetap ada terlepas dari sentimen investasi.
Pertimbangan Lingkungan dan Etika
Di era kesadaran lingkungan yang semakin tinggi, industri pertambangan menghadapi sorotan tajam. Antam telah membuat kemajuan signifikan dalam pertambangan berkelanjutan, termasuk program reboisasi, pengelolaan air, dan pengurangan emisi karbon. Perusahaan ini juga berkomitmen pada sumber daya etis, memastikan emasnya tidak terkait dengan konflik atau pelanggaran hak asasi manusia. Bagi investor yang peduli sosial, sertifikasi dan laporan transparansi Antam memberikan ketenangan tersendiri.
