Mengapa Gaun Pengantin Identik dengan Warna Putih? Ini Fakta Sejarahnya

Meski kini tersedia banyak pilihan warna gaun pengantin, warna putih tetap menjadi simbol yang paling populer.
src-img : pexels
0 Komentar

Selain menjadi tren, warna putih juga memiliki nilai eksklusif pada abad ke-19.

Menjadi Simbol Status Sosial

Pada masa itu, kain berwarna putih dikenal sulit dirawat karena mudah terkena noda dan memerlukan perawatan yang lebih rumit dibandingkan warna lain.

Kondisi tersebut membuat gaun putih hanya mampu dimiliki oleh kalangan bangsawan dan keluarga berada. Karena itulah, mengenakan gaun pengantin putih juga menjadi cara untuk menunjukkan status sosial dan kemakmuran keluarga.

Baca Juga:AirAsia Resmi Hentikan Penerbangan Langsung Jakarta-Singapura Mulai 1 Juli 2026Ingin Tampil Seperti Mempelai? Yuk Coba 20 Prompt Gemini AI Foto Gaun Pengantin: Hasil Mewah & Menawan

Gaun Putih Semakin Populer Setelah Perang Dunia II

Butuh waktu cukup lama hingga gaun pengantin putih dapat dinikmati masyarakat luas.

Setelah Perang Dunia II berakhir, harga bahan baku tekstil menjadi lebih terjangkau sehingga produksi gaun putih semakin mudah dilakukan. Kondisi ini membuat masyarakat kelas menengah di Eropa dan Amerika Serikat mulai mengenakan gaun pengantin putih dalam upacara pernikahan mereka.

Menjadi Pilihan Utama Hingga Sekarang

Seiring perkembangan zaman, gaun pengantin putih tidak lagi identik dengan kalangan bangsawan. Warna ini justru menjadi pilihan utama dalam berbagai budaya pernikahan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Meski tren busana pernikahan terus berkembang dengan beragam warna dan desain, gaun putih tetap mempertahankan popularitasnya sebagai busana yang paling banyak dipilih oleh calon pengantin.

Gaun Pengantin Putih di Indonesia

Di Indonesia, penggunaan gaun atau kebaya putih umumnya berkaitan dengan prosesi keagamaan, seperti akad nikah dalam Islam maupun pemberkatan dalam agama Kristen.

Setelah prosesi utama selesai, pasangan pengantin biasanya berganti mengenakan pakaian adat sesuai tradisi daerah masing-masing. Busana tersebut memiliki warna dan desain yang beragam, menyesuaikan budaya yang diusung dalam resepsi.

0 Komentar