7 Tips Hemat Belanja Bulanan di Tengah Kenaikan Harga Pangan

Tips hemat
Terapkan 7 tips hemat belanja bulanan ini agar pengeluaran tetap terkendali di tengah kenaikan harga pangan foto:Google detikFood-detik.com
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Harga pangan yang fluktuatif belakangan ini bikin ibu rumah tangga dan anak kos harus ekstra pintar mengatur keuangan. Kenaikan harga cabai, bawang, hingga telur jelas terasa di dompet. Namun jangan khawatir, ada sejumlah tips hemat belanja yang bisa kamu terapkan agar pengeluaran bulanan tetap terkendali.

1. Buat Daftar Belanja dan Patuhi Itu

Sebelum berangkat ke pasar atau supermarket, buatlah daftar belanjaan yang jelas. Tulis semua kebutuhan pokok yang benar-benar diperlukan, bukan sekadar keinginan. Dengan berpegang pada daftar, kamu terhindar dari pembelian impulsif yang sering jadi penyebab boros. Belanjalah sesuai daftar dan hindari godaan barang-barang yang tidak terencana.

Cara ini terbukti efektif mengurangi pengeluaran hingga 20 persen setiap bulannya. Ketika berbelanja tanpa daftar, otak kita cenderung tergoda oleh promo atau tampilan produk yang menarik. Akibatnya, barang yang tidak dibutuhkan pun ikut masuk keranjang. Maka dari itu, luangkan waktu 10 menit sebelum berangkat untuk menulis daftar belanja. Kategorikan berdasarkan kebutuhan utama seperti beras, lauk pauk, sayuran, bumbu dapur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Baca Juga:5 Tips Liburan Hemat tapi Tetap Menyenangkan, Bisa Buat Keluarga Bahagia!Cara Pengajuan KUR BRI Online 2026, Syarat Lengkap dan Tips Cepat Cair

2. Pantau Harga Pangan Terkini

Manfaatkan teknologi untuk memantau update harga pangan harian. Kamu bisa mengakses Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia untuk mengetahui pergerakan harga komoditas di berbagai daerah. Dengan begitu, kamu bisa memilih waktu terbaik untuk membeli saat harga sedang turun.

Selain PIHPS, banyak aplikasi belanja online yang menyediakan fitur perbandingan harga antar toko. Kamu bisa memanfaatkannya untuk mengetahui mana toko yang menawarkan harga paling murah untuk produk yang sama. Jangan malas membandingkan harga karena selisihnya bisa mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

3. Beli di Pasar Tradisional atau Langsung dari Petani

Harga di pasar tradisional biasanya lebih murah dibandingkan supermarket karena rantai distribusinya lebih pendek. Kalau memungkinkan, belilah sayur dan buah langsung dari petani atau koperasi tani. Selain lebih segar, harganya pun lebih bersahabat. Di pasar tradisional, kamu juga bisa menawar harga, sesuatu yang tidak bisa dilakukan di supermarket modern.

0 Komentar